Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Mendikdasmen: MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

Mendikdasmen: MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

Sabtu, 21 Februari 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan. [Foto: Nurlaili/Humas Kemendikdasmen]


DIALEKSIS.COM | Surabaya - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.

“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Abdul Mu’ti, yang dilansir pada Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, pada 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.167 sekolah di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, realisasi pembangunan telah mencapai 93 persen.

“Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat,” tegasnya.

Program revitalisasi tersebut akan terus berlanjut pada 2026. Dalam APBN, telah dialokasikan lebih dari Rp14 triliun untuk merevitalisasi 11.474 satuan pendidikan. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto disebut berencana menambah anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.

“Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” ungkapnya.

Tak hanya infrastruktur, Abdul Mu’ti memastikan program strategis lain tetap berjalan. Program digitalisasi pembelajaran, bantuan pendidikan bagi peserta didik, serta pelatihan guru disebut tetap menjadi prioritas.

“Program Digitalisasi Pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan,” tuturnya.

Ia juga memastikan anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tidak mengalami pemotongan. Bahkan pada 2026, pemerintah akan menambah alokasi PIP untuk murid TK sebesar Rp450 ribu per tahun.

“Untuk 2026 ini akan ada dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia,” kata Abdul Mu’ti. [n]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI