Minggu, 27 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Masih Lebar, Ini Langkah MES

Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Masih Lebar, Ini Langkah MES

Sabtu, 26 September 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ketua Harian Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono. [Foto: dok. Kemenkop]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengubah fokus gerak organisasinya dari kegiatan kajian akademis menuju aksi nyata untuk mendorong pertumbuhan wirausaha muslim muda.

Ketua Harian Pengurus Pusat MES yang juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memperkecil kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Ferry menyebutkan, tingkat literasi keuangan syariah saat ini telah mencapai 43 persen. Namun, tingkat inklusinya baru 13,24 persen.

"Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan syariah. Bank dan asuransi syariah di Indonesia sudah luar biasa berkembang, tetapi debitur pengusaha muslimnya masih belum banyak," ujar Ferry.

Menurut Ferry, MES tidak lagi akan menjadikan kegiatan pengkajian sebagai fokus utama. Peran tersebut akan diperkuat oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

"Sebagai MES, tugas kami adalah mendorong tumbuhnya wirausaha muslim muda sebagai pengguna utama dari ekosistem keuangan syariah yang ada di Indonesia," kata Ferry.

Untuk merealisasikan langkah tersebut, MES akan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program pendampingan, inkubasi, hingga akses pembiayaan bagi wirausaha muda syariah.

Kementerian Koperasi akan menyiapkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mendukung permodalan, sedangkan MES akan membuka akses pembiayaan melalui jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). MES juga menyiapkan program pemagangan dengan melibatkan praktisi senior.

"Kita harus berubah dari masyarakat konsumen menjadi masyarakat produsen. Jadikan momentum ISFO 2026 ini untuk membangun generasi muda yang mampu mengubah pengetahuan menjadi inovasi dan usaha produktif," ujar Ferry. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI