Selasa, 16 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kementan: Empat Anjing Pemburu yang Tewaskan Bocah di Bogor Negatif Rabies

Kementan: Empat Anjing Pemburu yang Tewaskan Bocah di Bogor Negatif Rabies

Senin, 15 Juni 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi. Suntik Rabies/Tes Rabies. [Foto: royalvetqa.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan empat anjing pemburu yang terlibat dalam insiden meninggalnya seorang anak berinisial MAS (9) di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan negatif rabies berdasarkan hasil pengujian laboratorium Balai Veteriner (BV) Subang.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan Hendra Wibawa mengatakan pengujian dilakukan menggunakan metode direct Fluorescent Antibody Test (dFAT), yang merupakan standar internasional yang direkomendasikan World Organisation for Animal Health (WOAH) untuk diagnosis rabies. 

"Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa hasil pengujian laboratorium BV Subang mengonfirmasi keempat anjing tersebut negatif rabies. Tidak ada ancaman penyebaran virus rabies dari insiden ini," kata Hendra dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).

Kepala Balai Veteriner Subang Putut Eko Wibowo menjelaskan pemeriksaan dilakukan segera setelah sampel diterima guna mendukung proses investigasi yang masih berlangsung. Menurut dia, metode dFAT memiliki tingkat akurasi tinggi dan menjadi gold standard dalam mendeteksi virus rabies.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap seluruh sampel yang diterima, keempat anjing tersebut dinyatakan negatif rabies," ujar Putut. 

Ia menambahkan hasil pengujian tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait sebagai bagian dari dukungan terhadap proses penyelidikan kasus.

Hendra mengatakan hasil laboratorium itu memberikan kepastian bahwa tidak terdapat risiko penularan rabies kepada manusia maupun hewan lain di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, ia mengingatkan insiden tersebut menjadi pengingat penting bagi pemilik hewan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap hewan peliharaan, terutama saat berada di ruang publik atau digunakan untuk kegiatan berburu.

Kementan menyatakan terus memperkuat program pengendalian rabies melalui surveilans, vaksinasi hewan penular rabies, serta peningkatan layanan laboratorium di berbagai daerah. Masyarakat yang mengalami gigitan hewan penular rabies juga diimbau segera mencuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit, lalu mencari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk vaksin anti rabies apabila diperlukan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI