Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Lewat Strategi Industrialisasi Nasional

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Lewat Strategi Industrialisasi Nasional

Selasa, 30 Desember 2025 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, SBIN disusun untuk menjawab tantangan industri ke depan dengan bertumpu pada empat pilar utama. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai arah kebijakan pembangunan industri untuk memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika global serta mendukung target Indonesia Emas 2045.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, SBIN disusun untuk menjawab tantangan industri ke depan dengan bertumpu pada empat pilar utama, yakni hilirisasi industri, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, dan keberlanjutan.

“Keempat pilar tersebut dijalankan dengan menekankan kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai kunci penguatan daya saing industri nasional,” kata Agus dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (30/12/2025).

Dalam implementasi SBIN, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) berperan memperkuat ekosistem industri melalui pengembangan standardisasi, kebijakan jasa industri, serta infrastruktur mutu. Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyebut, melalui 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kemenperin terus meningkatkan kualitas layanan jasa industri agar adaptif terhadap kebutuhan pelaku industri.

Layanan tersebut meliputi sertifikasi, pengujian, kalibrasi, uji profisiensi, hingga pendampingan teknis yang diarahkan untuk meningkatkan mutu, keselamatan, dan daya saing produk industri nasional.

Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) menyelenggarakan Industrial Gathering 2025 bertema Sinergi dan Kolaborasi Menuju Kemandirian Industri. Kegiatan ini diikuti 200 peserta, terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, Bank Indonesia, pelaku industri, akademisi, asosiasi, serta mitra layanan.

Emmy menegaskan, BSKJI berkomitmen memastikan produk industri nasional memenuhi standar mutu, keselamatan, dan standar global yang berkelanjutan. Sementara itu, Plt. Kepala BBSPJIKB Cahyadi menyatakan, Industrial Gathering menjadi forum strategis untuk memperkuat komunikasi serta memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan industri.

BBSPJIKB juga menggelar diskusi panel yang menghadirkan perwakilan Kemenperin, KADIN DI Yogyakarta, PT Fumira, dan internal BBSPJIKB guna membahas tantangan serta peluang pengembangan industri nasional.

Ke depan, ruang lingkup layanan BBSPJIKB akan diperluas dan tidak hanya terbatas pada sektor kerajinan dan batik. Pada kesempatan yang sama, BBSPJIKB menyerahkan penghargaan kepada klien dan mitra, serta sertifikat layanan industri, termasuk sertifikasi SNI, Batikmark, profesi, sistem manajemen mutu, halal, dan industri hijau. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI