Selasa, 06 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes: Keselamatan Pasien Harus Dijaga di Setiap Tahap Pelayanan Kesehatan

Kemenkes: Keselamatan Pasien Harus Dijaga di Setiap Tahap Pelayanan Kesehatan

Senin, 05 Oktober 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, keselamatan pasien tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan pengobatan. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan keselamatan pasien harus menjadi bagian dari setiap tahapan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien dengan penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, keselamatan pasien tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan pengobatan. Aspek keamanan harus diperhatikan sejak pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi dan perawatan jangka panjang.

"Keselamatan pasien harus hadir sepanjang perjalanan hidup pasien, terutama pada penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan jangka panjang," ujar Dante yang dilansir pada Senin (5/10/2026).

Menurut dia, perjalanan perawatan pasien PTM dapat berlangsung panjang dan kompleks. Dalam proses tersebut terdapat sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan masalah keselamatan, seperti keterlambatan atau kesalahan diagnosis, kesalahan penggunaan obat, salah identifikasi pasien, hingga risiko pasien jatuh.

"Kita tidak cukup bertanya apa penyakitnya dan bagaimana mengobatinya. Kita juga harus memastikan bagaimana pelayanan itu diberikan dengan aman di setiap tahap perjalanan pasien," katanya.

Kemenkes mendorong penerapan standar pelayanan dan akreditasi fasilitas kesehatan untuk memperkuat mutu serta keselamatan pasien. Hingga kini, lebih dari 96 persen rumah sakit telah terakreditasi oleh lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Kemenkes.

Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat mengurangi risiko kesalahan akibat informasi kesehatan yang tidak lengkap. Platform SATUSEHAT, misalnya, membantu mendokumentasikan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dan pengobatan sehingga informasi pasien dapat tersedia secara berkesinambungan saat berpindah layanan.

Selain sistem pelayanan, keterlibatan pasien dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan. Pasien perlu memahami kondisi dan pilihan terapinya, berani menyampaikan kekhawatiran, mengenali tanda bahaya, serta terlibat dalam pengambilan keputusan. Keluarga dapat membantu memastikan kepatuhan pengobatan dan memantau kondisi pasien.

WHO Indonesia menyebut keselamatan pasien merupakan fondasi pelayanan kesehatan berkualitas. Deputy Head of WHO Indonesia Tara Kessaram mengatakan, secara global sekitar satu dari 10 pasien mengalami bahaya atau cedera selama menerima pelayanan kesehatan, dan sekitar setengah dari insiden tersebut diperkirakan dapat dicegah. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI