Selasa, 16 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Ditipu Investasi Unit Link, Mantan Pangdam Tuntut Pertanggungjawaban AIA dan BCA

Ditipu Investasi Unit Link, Mantan Pangdam Tuntut Pertanggungjawaban AIA dan BCA

Senin, 15 Juni 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen (Purn) Achmad Daniel Chardin. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Mantan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen (Purn) Achmad Daniel Chardin, mengaku mengalami kerugian besar setelah mengikuti program kombinasi asuransi dan investasi yang dipasarkan melalui BCA bekerja sama dengan AIA dengan produk asuransi berbasis investasi atau unit link.

Mantan perwira tinggi TNI AD tersebut menyampaikan kekecewaannya secara terbuka setelah nilai investasi yang selama ini ia setorkan selama hampir satu dekade mengalami penyusutan drastis. Dana yang semula diharapkan mencapai sekitar Rp520 juta di akhir masa kepesertaan justru menyusut hingga tersisa sekitar Rp263 juta saat dirinya memutuskan menutup polis.

Daniel mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap produk keuangan yang menggabungkan unsur asuransi dan investasi.

"HATI-HATI PENIPUAN ALA ASURANSI DENGAN POLA ASURANSI PLUS INVESTASI UNIT LINK," tulis Daniel kepada media dialeksis.com, Senin (15/6/2026).

Daniel menjelaskan, persoalan itu bermula pada 15 Mei 2017 ketika dirinya mendatangi salah satu kantor cabang BCA. Saat itu, ia mendapat penawaran produk investasi yang dibalut dengan perlindungan asuransi.

Menurut Daniel, petugas pemasaran menjelaskan bahwa nasabah cukup membayar premi setiap tahun selama 10 tahun. Setelah masa tersebut berakhir, dana yang telah disetorkan akan kembali secara utuh disertai keuntungan minimal sebesar lima persen.

Penjelasan tersebut diperkuat dengan ilustrasi dan tabel proyeksi investasi yang menunjukkan potensi kenaikan nilai dana di masa mendatang.

Karena mempercayai penjelasan agen pemasaran, Daniel mengaku tidak menelaah secara rinci seluruh isi polis sebelum menandatanganinya.

"Salah satu jebakan sales, yang dijelaskan berbeda dengan isi polis yang kita tanda tangani. Karena kita percaya penjelasan sales, tidak membaca detail polisnya. Setelah 10 tahun baru sadar," ungkapnya.

Kekecewaan Daniel memuncak ketika memeriksa nilai investasinya pada tahun 2026. Alih-alih memperoleh keuntungan seperti yang dijanjikan dalam ilustrasi awal, nilai dana yang tercatat justru terus mengalami penurunan.

Pada 25 Mei 2026, saldo investasinya tercatat sebesar Rp288 juta. Empat hari kemudian, tepatnya 29 Mei 2026, nilai tersebut kembali turun menjadi Rp283 juta.

Penurunan berlanjut pada 1 Juni 2026. Saat menghubungi layanan pelanggan AIA BCA, Daniel memperoleh informasi bahwa nilai investasinya kembali menyusut menjadi Rp281 juta.

Puncaknya terjadi pada 4 Juni 2026 ketika dirinya mendatangi petugas AIA di BCA Kantor Cabang Matraman untuk mengajukan penutupan polis. Saat itu, nilai investasi yang tersisa hanya sekitar Rp263 juta. Daniel mengaku terkejut melihat penurunan nilai yang berlangsung hanya dalam hitungan hari.

"Dapat 50 persen saja masih lama prosesnya, apalagi 100 persen. Setelah isi formulir melalui aplikasi harus menunggu lima hari kerja. Karena ada komplain, prosesnya mundur lagi menjadi 10 hari kerja," ujarnya.

Ia juga mengkritik mekanisme pengajuan pembatalan polis yang menurutnya tidak memberikan pilihan alasan yang sesuai dengan kondisi yang dialaminya.

"Di aplikasi seolah-olah kita diarahkan menjawab karena membutuhkan dana. Padahal saya ingin menutup polis karena nilai investasi tidak sesuai harapan," katanya.

Menurut Daniel, penyusutan nilai investasi tidak semata-mata dapat dibenarkan dengan alasan fluktuasi pasar modal sebagaimana penjelasan yang diberikan pihak pengelola.

Ia menilai akar persoalan justru terletak pada perbedaan antara penjelasan verbal yang disampaikan tenaga pemasaran dengan isi dokumen polis yang diterima nasabah.

"Hal ini jelas merugikan dan merupakan penipuan terhadap saya sebagai nasabah BCA dan AIA. Modusnya memanfaatkan ketidakjelian calon nasabah, yakni penjelasan verbal saat prospek berbeda dengan isi buku polis yang disodorkan dan kita tanda tangani," tegas Daniel.

Mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) itu menilai banyak nasabah yang berpotensi mengalami hal serupa karena terlalu percaya pada penjelasan agen saat proses penawaran produk.

Atas kejadian tersebut, Daniel menuntut agar seluruh dana yang telah disetorkannya selama kurang lebih 10 tahun dapat dikembalikan tanpa potongan.

Ia juga meminta pihak manajemen AIA dan BCA memberikan penjelasan serta pertanggungjawaban atas kerugian yang dialaminya.

Lebih jauh, Daniel mendesak Otoritas Jasa Keuangan untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, regulator memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan terhadap nasabah produk jasa keuangan.

"Saya menuntut minimal seluruh dana yang telah saya bayarkan untuk dikembalikan. Saya minta OJK sebagai lembaga yang mengawasi aktivitas asuransi dan perbankan membantu pengembalian dana saya. Bila tidak diatensi, saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum," tutupnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI