DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai mengunci strategi operasional Angkutan Lebaran 2026 dengan menyiapkan ratusan armada dan penguatan infrastruktur di lintasan tersibuk nasional. Persiapan ini dilakukan seiring proyeksi lonjakan penumpang dan kendaraan yang diperkirakan tumbuh hampir dua digit dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano mengatakan kesiapan Lebaran 2026 disusun berbasis evaluasi periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
“Penguatan kami lakukan menyeluruh, mulai dari armada, fasilitas pelabuhan, hingga koordinasi lintas instansi agar layanan tetap aman dan terkendali saat puncak arus,” ujar Yossianis dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).
Di lintasan Merak-Bakauheni, ASDP menyiapkan 75 kapal dengan dukungan penambahan dua Dermaga Ekspres di Pelabuhan Merak serta peningkatan kapasitas di Pelabuhan Ciwandan. ASDP juga menyiapkan pelabuhan alternatif seperti Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon dan Pelabuhan Panjang di Lampung sebagai langkah mitigasi kepadatan.
Sementara itu, di lintasan Ketapang-Gilimanuk, sebanyak 56 kapal disiagakan. ASDP menambah jumlah kapal berkapasitas besar dari lima menjadi tujuh unit untuk meningkatkan daya angkut dan mempercepat perputaran kapal.
“Penambahan GRT besar ini kami harapkan bisa menekan waktu tunggu saat trafik berada di titik tertinggi,” kata Yossianis.
Dari sisi permintaan, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai 5,8 juta orang atau naik 9,4%, dengan total kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3%.
Proyeksi tersebut menjadi dasar pengaturan kapasitas, optimalisasi sistem tiket daring Ferizy, serta penguatan koordinasi dengan kepolisian dan pengelola jalan tol dalam pengendalian arus dan buffer zone. [in]