Selasa, 15 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Aceh Culinary Festival 2026 Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Gastronomi

Aceh Culinary Festival 2026 Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Gastronomi

Senin, 14 September 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa saat menghadiri closing ceremony ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026). [Foto: dok. Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 didorong tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga penggerak ekonomi daerah sekaligus bagian dari pengembangan gastronomi Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa saat menghadiri closing ceremony ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).

Ni Luh Puspa menyebut ACF merupakan salah satu dari 10 event terbaik dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh sebagai daya tarik pariwisata.

"Untuk masuk KEN seleksinya sangat ketat. Apalagi untuk ditetapkan sebagai 10 event terbaik, seleksinya dilakukan bersama ribuan event dari berbagai daerah di Indonesia," kata Ni Luh Puspa.

Ia mendorong ACF dikembangkan sebagai bagian dari wisata gastronomi atau gastro tourism. Menurutnya, gastronomi tidak hanya berbicara soal rasa, tetapi juga budaya, tradisi, sejarah, bahan makanan, hingga cerita di balik setiap hidangan.

"Melalui Aceh Culinary Festival ini harusnya bisa menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Gastronomy," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, mengatakan kuliner Aceh memiliki kaitan erat dengan sejarah maritim, perdagangan rempah, serta pertemuan berbagai etnis dan budaya.

Kadisbudpar Aceh Dedy Yuswadi menyerahkan penghargaan pada para pemenang Paviliun Kuliner Aceh. [Foto: dok. Disbudpar Aceh]

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi menyebut ACF 2026 mendapat antusiasme tinggi. Hingga hari ketiga pelaksanaan, jumlah kunjungan kumulatif telah mencapai lebih dari 11.000 orang, sementara transaksi langsung UMKM dan penjualan kuliner melampaui Rp1,5 miliar.

ACF 2026 berlangsung pada 11-14 September 2026 dengan menghadirkan Paviliun Kuliner Aceh, Galarasa Nusantara, dan Bandar Rasa. Paviliun Kuliner Aceh diikuti 12 kabupaten/kota dengan Gayo Lues keluar sebagai juara pertama, juara 2 Aceh Selatan, juara 3 Aceh Tamiang, harapan 1 Nagan Raya, harapan 2 Aceh Timur, harapan 3 Kota Sabang dan juara favorit Simeulue. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI