Jum`at, 16 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / 372 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Kalteng dan Sumsel Jadi Perhatian

372 Hotspot Karhutla Terdeteksi, Kalteng dan Sumsel Jadi Perhatian

Kamis, 15 Oktober 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan titik panas di sejumlah wilayah. [Foto: dok. Kemenhut]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara menyusul peningkatan titik panas di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kemenhut hingga Rabu (14/10/2026) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut naik 128 titik atau sekitar 52,5 persen dibanding sehari sebelumnya yang mencatat 244 hotspot. Di enam provinsi prioritas karhutla, terdeteksi 294 hotspot, meningkat dari 148 titik sehari sebelumnya.

Rinciannya yakni Kalimantan Tengah 130 titik, Sumatera Selatan 91 titik, Kalimantan Barat 59 titik, Jambi 9 titik, Kalimantan Selatan 5 titik, dan Riau nihil hotspot high confidence.

Kalteng, Sumsel, dan Kalbar menjadi wilayah yang mendapat perhatian lebih.

Kemenhut melalui Manggala Agni bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait terus melakukan groundcheck, patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga penyisiran bara.

Penanganan Karhutla di TN Tanjung Puting

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut meninjau penanganan karhutla di Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Rabu (14/10/2026).

Rapat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan pengelola taman nasional membahas percepatan penanganan di lokasi prioritas, penguatan personel dan logistik, ketersediaan sumber air, serta operasi udara.

Sekitar 160 personel tambahan disiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Kemenhut juga menambah sumber air melalui sumur bor serta menyiapkan alternatif dukungan operasi udara dari Kuala Pembuang jika diperlukan.

Raja Juli menegaskan penanganan karhutla di lahan gambut tidak berhenti setelah api di permukaan padam.

Pembasahan, pendinginan, penyisiran, dan mopping up tetap dilakukan untuk mencegah bara di bawah permukaan kembali menyala.

Perlindungan zona inti dan habitat satwa liar, khususnya orangutan, juga menjadi perhatian dalam operasi di TN Tanjung Puting.

Masyarakat diminta tidak mengevakuasi satwa terdampak karhutla secara mandiri. Jika menemukan satwa terluka, terjebak, atau keluar dari habitat, warga diminta melapor kepada petugas Balai TN Tanjung Puting, BKSDA, atau petugas kehutanan.

Kualitas Udara Dipantau

Kemenhut juga terus memantau kondisi udara melalui parameter PM2.5.

Sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua masih mengalami kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat secara lokal.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memburuk.

Kemenhut kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Setiap asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI