Selasa, 08 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / 2.041.377 Orang Ikuti Gema Selawat Kebangsaan 2026, Lampaui Target 115 Persen

2.041.377 Orang Ikuti Gema Selawat Kebangsaan 2026, Lampaui Target 115 Persen

Senin, 07 September 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan 2026 mencatat partisipasi 2.041.377 peserta dari 23.688 titik yang tersebar di 35 dari 38 provinsi di Indonesia. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Cirebon - Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan 2026 mencatat partisipasi 2.041.377 peserta dari 23.688 titik yang tersebar di 35 dari 38 provinsi di Indonesia.

Jumlah tersebut mencapai 115 persen dari target nasional yang ditetapkan sebanyak 1.781.945 peserta.

Gerakan yang menjadi rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional 1448 H itu ditutup dengan Khataman Nasional Dalā’il al-Khayrāt dan pemberian Ijazah Kubra di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 500 Penyuluh Agama Islam dari wilayah Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara ribuan peserta lainnya mengikuti secara daring.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat Indonesia kepada Rasulullah SAW sekaligus kuatnya tradisi selawat di berbagai daerah.

“Partisipasi masyarakat mencapai lebih dari 2,04 juta orang atau 115 persen dari target. Angka ini bukan semata-mata capaian kuantitatif, tetapi mencerminkan kuatnya kecintaan umat kepada Rasulullah SAW,” ujar Muchlis.

Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt dimulai secara nasional pada 31 Agustus 2026 dan dikhatamkan serentak pada 7 September 2026.

Menurut Muchlis, gerakan tersebut menjadi ikhtiar batin untuk memperkuat ketahanan spiritual masyarakat di tengah berbagai tekanan kehidupan.

Kegiatan puncak juga diisi pemberian Ijazah Kubra pembacaan Dalā’il al-Khayrāt oleh Syekh Dr. al-Mahdi al-Mansur dari Zawiyah Alawiyah Casablanca, Maroko, melalui rekaman video.

Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, berharap tradisi selawat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia juga mengajak Penyuluh Agama Islam menjadi dai transformatif yang mampu mendampingi masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ditutup dengan doa khataman dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kemanusiaan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
kejati bsi