DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengungkapkan fakta di balik sosok Bripda Muhammad Rio, mantan anggota Brimob Polda Aceh yang kini dikabarkan bergabung sebagai mercenary soldier atau tentara bayaran Rusia. Menurut Kapolda, sejak awal yang bersangkutan memang tidak menunjukkan komitmen untuk berkarier di institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Penilaian itu disampaikan Marzuki menanggapi beredarnya informasi mengenai mantan personel Brimob Polda Aceh yang terdeteksi berada di wilayah konflik di luar negeri. Ia menegaskan, hasil penelusuran internal kepolisian telah lama memperlihatkan rendahnya loyalitas Bripda Muhammad Rio terhadap organisasi.
“Dari hasil evaluasi awal, memang terlihat yang bersangkutan sudah tidak memiliki keinginan untuk tetap berdinas di Polri,” ujar Marzuki di Banda Aceh kepada Dialeksis.com
Kapolda Aceh menjelaskan, sebelum meninggalkan Indonesia, Bripda Muhammad Rio sejatinya sudah berstatus tidak aktif. Yang bersangkutan telah beberapa kali dijatuhi sanksi disiplin dan menjalani proses penegakan kode etik secara berjenjang hingga berujung pada keputusan pemberhentian.
Menurut Marzuki, catatan pelanggaran yang dimiliki mantan anggota tersebut tidak ringan. Ia tercatat pernah tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta melakukan desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin.
“Yang bersangkutan sudah tiga kali menjalani hukuman. Mulai dari kasus KDRT, lalu meninggalkan dinas. Ini akumulasi pelanggaran serius,” tegasnya.
Akumulasi pelanggaran itulah yang kemudian menjadi dasar dijatuhkannya sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripda Muhammad Rio. Keputusan tersebut ditetapkan melalui sidang kode etik profesi Polri yang menilai yang bersangkutan tidak lagi layak menjadi anggota kepolisian.
“Dalam sidang kode etik diputuskan bahwa dia tidak layak lagi menjadi anggota Polri. PTDH ditetapkan beberapa minggu lalu,” jelas Marzuki.
Kapolda Aceh menegaskan, segala aktivitas yang kini dilakukan Bripda Muhammad Rio tidak lagi memiliki keterkaitan dengan institusi Polri. Ia juga menekankan bahwa Polri tetap berkomitmen menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.