DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Komitmen menghadirkan layanan telekomunikasi yang aman dan andal terus diperkuat oleh Indosat Ooredoo Hutchison.
Tidak hanya meningkatkan kualitas jaringan, perusahaan ini juga memperkuat sistem perlindungan digital bagi pelanggan melalui teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Executive Vice President Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital yang aman di tengah meningkatnya ancaman penipuan berbasis teknologi.
Menurut Agus, salah satu inovasi utama yang kini diandalkan adalah fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AI yang mampu mendeteksi serta memblokir berbagai bentuk ancaman digital yang menyasar pelanggan.
“Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, sistem ini telah berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari dua miliar panggilan, pesan, serta tautan berbahaya yang terindikasi sebagai spam maupun penipuan digital,” ujar Agus dalam media update Ramadan Indosat di Banda Aceh, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat juga diiringi dengan meningkatnya modus kejahatan siber yang semakin beragam dan kompleks. Karena itu, Indosat terus memperbarui sistem keamanan tersebut secara berkala agar mampu mengikuti pola ancaman digital yang terus berkembang.
“Teknologi ini bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengenali pola-pola penipuan baru. Dengan begitu, sistem dapat mencegah ancaman sebelum sampai kepada pelanggan,” jelasnya.
Agus menambahkan, berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan perusahaan, mayoritas pelanggan merasakan manfaat langsung dari kehadiran fitur perlindungan digital tersebut.
“Lebih dari 95 persen pelanggan mengaku merasa lebih terlindungi setelah fitur Anti-Spam dan Anti-Scam ini diaktifkan. Ini menunjukkan bahwa keamanan digital menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat saat ini,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada teknologi dan penguatan jaringan, Indosat juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Melalui berbagai program sosial yang digelar di sejumlah daerah, perusahaan berupaya menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Agus menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting bagi Indosat untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan nilai-nilai kepedulian sosial.
“Selain memastikan layanan komunikasi tetap optimal selama Ramadan, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial,” ujarnya.
Ia berharap, kombinasi antara penguatan jaringan, perlindungan digital berbasis AI, serta program sosial yang dijalankan perusahaan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indosat.
“Bagi kami, konektivitas bukan hanya soal jaringan yang kuat, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan rasa aman dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Agus. [nh]