DIALEKSIS.COM | Internasional - Dokumen yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein, narapidana perdagangan seks yang meninggal pada 2019, memunculkan klaim kontroversial yang menyebutkan nama Bill Gates, pendiri Microsoft dan filantropis asal Amerika Serikat. Dalam berkas yang dirilis ke publik, Epstein ” menurut catatan dan email yang kini beredar ” menuduh Gates tertular penyakit menular seksual (STD) dari perempuan asal Rusia dan meminta antibiotik yang bisa diberikan secara diam-diam kepada mantan istrinya, Melinda.
Klaim tersebut muncul dalam memo dan serangkaian email yang dikaitkan dengan Epstein. Salah satu memo bertanggal 18 Juli 2013 berisi sejumlah pernyataan yang menuduh Gates meminta Epstein menghapus email tentang penyakit menular seksualnya, serta permintaan agar Epstein menyediakan antibiotik yang dapat diserahkan secara sembunyi kepada Melinda. Dalam email lain yang disebut-sebut, Epstein menulis bahwa ia “bersenang-senang” dengan Gates di Seattle.
Penting dicatat bahwa tuduhan dalam dokumen itu adalah klaim pihak Epstein bukan temuan hukum dan hingga kini belum ada konfirmasi independen atas isi berkas tersebut. Bill Gates belum memberikan pernyataan langsung soal isi dokumen itu; namun seorang juru bicara Gates memastikan bantahan tegas terhadap tuduhan tersebut.
“Klaim ini benar-benar tidak masuk akal dan sepenuhnya salah. Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena dia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya,” kata juru bicara itu, sebagaimana dikutip The Telegraph, Minggu (1/2/2026).
Rilis dokumen yang dipegang pemerintahan sebelumnya memang memicu gelombang pengungkapan. Menurut keterangan pejabat penegak hukum, materi yang dipublikasikan mencakup ribuan gambar dan video serta ratusan ribu berkas, meski tidak semuanya dibuat atau dikumpulkan oleh Epstein sendiri. Beberapa bagian berkas juga memuat klaim-klaim lain yang mengaitkan tokoh-tokoh publik Inggris dan Eropa dengan jaringan pergaulan Epstein, termasuk nama-nama seperti Peter Mandelson dan anggota keluarga kerajaan.
Di antara pengungkapan itu, terdapat pula catatan yang menyebut tawaran makan malam antara Epstein dan Andrew Mountbatten-Windsor adik Raja Charles III yang kemudian dicabut gelarnya dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun. Dokumen lain menampilkan korespondensi antara Epstein, Mandelson, dan pihak-pihak yang diduga menerima uang atau fasilitas dari Epstein. Beberapa bukti juga memuat email yang melibatkan Ghislaine Maxwell, yang kini menjalani pidana terkait perdagangan anak, serta korespondensi yang menunjuk pada jaringan pelaku dan korban.
Nama-nama besar yang muncul dalam berkas Epstein kembali memicu perdebatan soal hubungan antara filantropi, kekuasaan, dan pengaruh. Bill Gates selama ini dikenal luas lewat Bill and Melinda Gates Foundation, yayasan filantropi yang terlibat dalam pendanaan riset obat, vaksin, dan berbagai program kesehatan publik. Gates juga dianugerahi gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris pada 2005, sebuah fakta yang membuat spekulasi soal kemungkinan permintaan pencabutan gelar menjadi isu publik.
Sumber-sumber di Whitehall disebutkan enggan berkomentar soal langkah resmi terkait pencabutan gelar, sementara beberapa politisi dan pengamat menyatakan harapan agar proses klarifikasi berjalan transparan jika terdapat bukti yang dapat diverifikasi.
Jeffrey Epstein dipenjara pada 2009 setelah mengaku melakukan prostitusi; kemudian kasus dan jaringan yang menyertainya berkembang menjadi penyelidikan internasional. Epstein meninggal di selnya pada 2019, namun dokumen dan materi penyelidikan yang disita menjadi bahan rilis dan litigasi berkepanjangan. Pemerintahan AS sebelumnya diwajibkan untuk merilis seluruh materi yang dimilikinya terkait Epstein, dan sebagian besar dokumen itu kini berada di domain publik, memicu penelusuran media dan publik terhadap isi serta klaim-klaim di dalamnya.
Todd Blanche, Wakil Jaksa Agung AS, mencatat bahwa materi yang dipublikasikan mencakup lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar, meskipun tidak seluruhnya diambil oleh Epstein atau orang terdekatnya, dan sejumlah besar di antaranya adalah pornografi komersial.
Redaksi menegaskan bahwa klaim yang termuat dalam dokumen Epstein adalah tuduhan pihak yang kini telah meninggal dan bukan keputusan pengadilan yang membuktikan kesalahan pihak lain. Sampai ada bukti independen yang dapat diverifikasi oleh lembaga penegak hukum atau pihak terkait sendiri yang membuat pengakuan, setiap nama yang disebutkan harus dipandang sebagai bagian dari klaim yang memerlukan klarifikasi.
Dalam perkembangan terakhir, jaringan hubungan Epstein tetap menjadi sorotan: selain klaim yang mengaitkan tokoh-tokoh berpengaruh, berkas-berkas itu juga menimbulkan pertanyaan baru tentang mekanisme pengawasan, akuntabilitas filantropi internasional, dan perlindungan korban perdagangan seksual.
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait. Jika ada pernyataan baru dari Bill Gates, Bill and Melinda Gates Foundation, atau pihak berwenang, pembaca akan diberitahu melalui kanal resmi DIALEKSIS.