DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Royes Ruslan, S.H., menilai langkah Ustadz Subhan El Hikam (Subhan M. Isa) meninggalkan dunia politik dan menekuni usaha optik sebagai pilihan hidup yang matang, berani, dan inspiratif.
Royes mengenang Ustadz Subhan sebagai sosok ustadz dan pendakwah yang selama ini menjadi rujukan nasihat bagi banyak kalangan, termasuk dirinya, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
“Beliau ini memang ustadz, guru, dan tempat kami meminta pandangan. Tidak hanya soal dunia, tapi juga akhirat,” kata Royes saat menghadiri peresmian cabang kedua usaha optik milik Ustadz Subhan di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Keduanya pernah sama-sama menjadi anggota DPRK Banda Aceh hasil Pemilu 2009, saat sistem pemilihan masih menggunakan suara terbanyak. Di parlemen kota, Subhan dikenal sebagai legislator berpengalaman dan pernah menjabat Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh.
“Waktu itu banyak kebijakan dan terobosan lahir dari Komisi IV, terutama saat Banda Aceh dipimpin almarhum Mawardi Nurdin,” ujar Royes mengenang.
Namun, pada Pemilu Legislatif 2014, Subhan memutuskan tidak lagi maju sebagai calon anggota legislatif. Keputusan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan rekan-rekannya.
“Kami sempat mempertanyakan, kenapa beliau mundur. Padahal secara pengalaman sangat mumpuni dan juga pernah dipercaya memimpin PKS Kota Banda Aceh,” kata Royes kepada Dialeksis bercerita.
Belakangan, Royes menilai keputusan itu bukanlah bentuk kelelahan atau kekecewaan terhadap politik, melainkan cerminan kematangan berpikir dan keberanian mengambil jalan hidup yang diyakini lebih maslahat.
“Tidak semua orang berani keluar dari zona nyaman kekuasaan. Beliau menunjukkan bahwa pengabdian kepada umat tidak harus selalu dari kursi parlemen,” ujarnya.
Usai meninggalkan DPRK, Subhan memilih jalur wirausaha. Royes mengingat pertemuan ketika Subhan memperlihatkan desain outlet optik yang akan dirintisnya.
“Beliau menunjukkan desain toko dan minta pendapat saya. Katanya ingin pensiun dari DPR dan belajar jadi pengusaha,” tutur Royes.
Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi MQ Optical yang berdiri sejak 2015 dan kini dikenal luas di Banda Aceh. Royes menyebut usaha ini tumbuh pesat dengan koleksi frame dan lensa yang lengkap serta harga kompetitif.
Menurut Royes, keberhasilan Ustadz Subhan di dunia usaha tidak terlepas dari karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta pengalaman manajerial yang ditempa selama di parlemen.
“Nilai-nilai kejujuran, amanah, dan integritas yang beliau pegang selama di DPRK kini diterjemahkan secara nyata di dunia usaha. Ini pelajaran penting bagi generasi muda,” katanya.
Hari ini, Royes kembali menghadiri peresmian cabang kedua yang hadir dengan nama baru QM Optical, berlokasi di Jalan M. Hasan, sekitar 700 meter dari Simpang Surabaya, Banda Aceh. Cabang baru tersebut mengusung konsep yang lebih modern dan megah.
“Ini menunjukkan konsistensi dan kesungguhan beliau dalam berusaha. Bukan sekadar bertahan, tapi tumbuh secara sehat dan profesional,” ujar Royes.
Ia berharap jaringan usaha yang dirintis Ustadz Subhan terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Aceh, sekaligus menjadi inspirasi bagi para politisi maupun mantan pejabat agar tetap produktif di luar jabatan.
“Jabatan itu sementara. Yang abadi adalah karya dan manfaat. Semoga beliau semakin sukses dan menjadi salah satu pengusaha optik terbaik di Aceh. Barakallah fi umur dan usahanya,” pungkas Royes.[arn]