DIALEKSIS.COM | Redelong - Dinas Perdagangan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengusulkan pembangunan kembali tiga pasar yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Penanganan pasar tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap mulai 2027 melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tiga pasar yang terdampak yakni Pasar Simpang Tiga di Kecamatan Bukit, Pasar Lampahan di Kecamatan Timang Gajah, dan Pasar Buntul Kemumu di Kecamatan Permata.
Plt. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Bener Meriah, Hema Hayati, S.P., M.P., menjelaskan hasil identifikasi menunjukkan dua pasar mengalami kerusakan sedang, sedangkan satu pasar mengalami kerusakan berat.
Kerusakan terjadi pada struktur bangunan, terutama bagian pondasi dan kondisi tanah yang tidak lagi stabil. Karena itu, pemerintah daerah turut mengkaji kemungkinan relokasi demi menjamin keamanan bangunan pasar.
“Kerusakan yang terjadi bukan hanya pada bagian bangunan yang terlihat, tetapi juga pada struktur pondasinya. Karena kondisi tanah sudah labil, diperlukan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan relokasi,” kata Hema, Selasa (13/10/2026).
Usulan penanganan ketiga pasar tersebut telah diajukan melalui mekanisme Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna). Penanganan direncanakan menggunakan Dana Tugas Pembantuan (TP), dengan Pasar Buntul Kemumu dan Pasar Lampahan diusulkan untuk ditangani pada 2027, sedangkan Pasar Simpang Tiga pada 2028.
Hema mengatakan, hingga 2026, Kabupaten Bener Meriah belum menerima bantuan APBN untuk sarana dan prasarana perdagangan tersebut. Proses penyaluran bantuan hibah juga harus mengikuti ketentuan administrasi dan mekanisme yang berlaku.
Selain mengupayakan pemulihan pasar, Dinas Perdagangan Bener Meriah terus mendata pedagang yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat.
Dinas Perdagangan juga rutin memantau harga kebutuhan pokok setiap hari melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga serta mengantisipasi kecenderungan inflasi maupun deflasi.
Plt. Kepala Dinas Perdagangan Bener Meriah, Rahmayanti, S.E., M.SP., melalui jajarannya berkomitmen mengawal usulan pembangunan pasar, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan mendorong pemulihan aktivitas perdagangan masyarakat pascabencana. [*]