DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian Republik Indonesia menegaskan produksi ayam ras di tingkat peternak tetap berjalan normal di tengah laporan kenaikan harga daging ayam di Pasar Cibadak, Sukabumi.
Pemerintah menilai lonjakan harga bukan dipicu kekurangan pasokan, melainkan hambatan distribusi dari kandang ke pasar. Kesimpulan itu dihasilkan dalam rapat koordinasi bersama pelaku usaha perunggasan yang digelar pekan ini.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan Hary Suhada mengatakan stok ayam hidup maupun karkas dalam kondisi cukup. Menurutnya, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan rantai distribusi tidak terganggu agar suplai di tingkat pasar tetap lancar.
“Dari sisi ketersediaan aman. Yang perlu diperkuat adalah pengawalan distribusi supaya pasokan tidak terhambat,” ujarnya.
Pelaku usaha perunggasan juga memastikan produksi di hulu tidak mengalami penurunan. Sekretaris Jenderal PINSAR Muchlis menyebut kenaikan harga di tingkat konsumen tidak berkaitan dengan kekurangan stok di kandang. Ia menilai ada potensi persoalan di mata rantai distribusi yang perlu dibenahi bersama agar tidak merugikan peternak maupun masyarakat. [in]