DIALEKSIS.COM | Makassar - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan kondisi pangan nasional menjelang dan selama Hari Raya Idulfitri 1447 H berada dalam status aman dengan harga yang relatif stabil.
Pemerintah mencatat ketersediaan komoditas utama mencukupi, didukung peningkatan produksi dan kelancaran distribusi di berbagai daerah. Hasil pemantauan di pasar juga menunjukkan harga bahan pokok masih terkendali.
Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini berada di level kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton, ditambah stok di masyarakat sekitar 11-12 juta ton serta potensi panen dalam waktu dekat sebesar 12 juta ton.
Secara total, ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai 28 juta ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
“Produksi meningkat dan panen raya berlangsung di banyak daerah pada Februari hingga April. Ini membuat stok kita sangat kuat dan berada di atas kebutuhan nasional,” ujar Amran.
Dengan kebutuhan beras sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi yang berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton, Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus.
Tak hanya beras, sejumlah komoditas strategis juga mencatat kelebihan pasokan. Hingga April 2026, neraca pangan menunjukkan beras surplus 17,2 juta ton.
Komoditas lain seperti cabai rawit surplus 105 ribu ton, daging ayam 727 ribu ton, dan bawang merah 57 ribu ton. Surplus produksi cabai pada Maret juga mulai menekan harga di pasar.
Menurut Amran, stabilitas harga sangat ditentukan oleh keseimbangan antara produksi dan distribusi. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat pengawasan untuk mencegah penimbunan dan spekulasi harga, terutama selama Ramadan dan Idulfitri.
“Harga harus dijaga seimbang, tidak memberatkan masyarakat tetapi juga tidak merugikan petani,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan petani tetap mendapatkan keuntungan dari hasil produksi. [*]