Senin, 24 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Peternak Ayam di Aceh Keluhkan Harga Pakan yang Terus Meningkat

Peternak Ayam di Aceh Keluhkan Harga Pakan yang Terus Meningkat

Minggu, 23 Agustus 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Peternakan ayam petelur di kawasan Lam Ateuk, Kabupaten Aceh Besar. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Sejumlah peternak ayam petelur di Aceh mengeluhkan harga pakan yang terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dinilai semakin menekan biaya produksi dan berpotensi memengaruhi pendapatan peternak.

Akbar, salah seorang peternak ayam petelur di kawasan Lam Ateuk, Kabupaten Aceh Besar, mengatakan harga pakan ayam saat ini telah mencapai sekitar Rp470 ribu per sak.

Menurutnya, kenaikan harga pakan terjadi hampir setiap bulan. Dalam beberapa waktu terakhir, harga pakan disebut mengalami kenaikan sekitar Rp10 ribu per bulan.

“Sekarang pakan ayam petelur Rp470 ribu. Naik tiap bulan Rp10 ribu,” ujar Akbar kepada media dialeksis.com, Minggu (23/8/2026).

Ia menyebutkan, sebelumnya harga pakan masih berada di kisaran Rp400 ribu per sak. Kenaikan yang terus terjadi membuat biaya pemeliharaan ayam petelur semakin besar.

“Dari Rp400 ribu di Lambaro. Bulan ini naik lagi Rp10 ribu,” katanya.

Tingginya harga pakan menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi peternak ayam petelur di Aceh. Pakan ayam umumnya didatangkan dari luar daerah, termasuk dari Medan, karena industri pengolahan pakan berskala besar di Aceh masih terbatas.

Untuk menekan biaya produksi, sebagian peternak berupaya menggunakan bahan baku lokal atau melakukan penyesuaian komposisi pakan. Namun, penggunaan pakan pabrikan tetap menjadi pilihan banyak peternak karena dinilai lebih praktis dan memiliki kandungan nutrisi yang telah disesuaikan untuk ayam petelur.

Peternak berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mencari solusi untuk menekan biaya pakan, termasuk mendorong pengembangan industri pakan ternak di Aceh.

"Harga pakan yang lebih stabil, keberlangsungan usaha peternak ayam petelur di daerah tersebut diharapkan dapat lebih terjaga," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub