Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Pasar Tani Distanbun Aceh: Ide Sederhana, Dampak Nyata

Pasar Tani Distanbun Aceh: Ide Sederhana, Dampak Nyata

Selasa, 10 Maret 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Plt Kadistanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU ASEAN Eng, menyampaikan program pasar tani bukan sekadar agenda operasional melainkan upaya sistemik untuk menautkan produksi desa dengan kebutuhan pasar secara langsung dan beretika. [Foto: dok. Distanbun Aceh]


DIALEKSIS.COM | Aceh -  Inisiatif pasar tani tetap yang rutin digelar oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh semakin menunjukkan wajahnya sebagai solusi pragmatis untuk memperpendek rantai pasokan, menstabilkan harga, dan memperkuat penghidupan petani lokal. 

Menurut Plt Kadistanbun Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU ASEAN Eng, program ini bukan sekadar agenda operasional melainkan upaya sistemik untuk menautkan produksi desa dengan kebutuhan pasar secara langsung dan beretika.

Pasar tani lahir dari prinsip sederhana: menjadikan produsen bertemu langsung dengan konsumen tanpa perantara yang memakan margin. Dengan cara itu, harga menjadi wajar, keberlanjutan usaha tani meningkat, dan masyarakat mendapatkan akses pangan segar dengan harga terjangkau,” ujar Azanuddin. 

Penjelasan itu disampaikan sambil menekankan aspek perencanaan dan konsistensi pelaksanaan jadwal tetap, standar mutu produk, serta pembinaan pemasaran bagi kelompok tani.

Dampak yang telah dirasakan tampak multi-dimensi. Secara ekonomi, petani memperoleh pendapatan lebih stabil karena penjualan langsung ke konsumen dan kelompok pengolah mengurangi ketergantungan pada tengkulak. Dari sisi sosial, pasar tani membuka ruang interaksi yang memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal dan mendorong pola konsumsi yang lebih sehat. 

Sementara pada aspek harga, ketersediaan barang lokal di titik-titik pasar keliling kerap meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional setempat.

Azanuddin menuturkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan pemerintah provinsi yang membangun sinergi mulai dari urusan dukungan logistik, fasilitasi transportasi, dan program pendampingan teknis bagi kelompok tani. 

“Kami menggandeng koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha mikro agar rantai nilai berjalan lebih rapi dari hulu sampai hilir. Tujuannya bukan hanya menjual, melainkan memperkuat kapasitas produksi dan kualitas produk agar daya saing meningkat,” ia menambahkan.

Mengenai rencana perluasan, model pasar tani keliling sedang dikaji untuk diadaptasi di tingkat kabupaten/kota. "In Syaa Allah sesuai arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur melalui Bapak Sekda, tahun ini kita akan perluas ke 4 kabupaten kota. Pak Sekda memberi arahan kepada kami agar intervensi pasar tani bisa diperluas ke beberapa daerah strategis dan terdampak bencana. Beberapa daerah yang menjadi fokus kajian awal In Syaa Allah antara lain Aceh Tengah, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Aceh Barat," tuturnya. 

Azanuddin turut menjelaskan bahwa setiap wilayah punya karakteristik pasar dan produksi yang berbeda. "Karena itu, kami mendorong adaptasi lokal skema logistik, pola hari pasar, hingga jenis produk unggulan disesuaikan dengan kondisi setempat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa replikasi program bukanlah sekadar meniru bentuk, melainkan mentransfer kapasitas manajerial dan mekanisme pembiayaan mikro sehingga program dapat bertahan tanpa ketergantungan penuh pada subsidi. 

“Perlu ada komitmen bersama antara provinsi dan kabupaten/kota dinas teknis, pemerintah lokal, serta pemangku kepentingan swasta agar program ini berkelanjutan dan memberi manfaat luas,” kata Azanuddin dengan nada tegas namun tenang.

Diakhir komentar Dr Azanuddin menyatakan pasar tani idealnya menjadi salah satu pilar ketahanan pangan lokal bukan sekadar program temporer menjelang hari besar. 

"Dengan perencanaan matang, penguatan kelembagaan petani, dan jaringan distribusi yang efisien, inisiatif kecil ini berpotensi mendorong transformasi ekonomis di tingkat desa sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi warga kota," pungkasnya. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI