Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Kinerja Industri Pulp dan Kertas Moncer, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Kinerja Industri Pulp dan Kertas Moncer, Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Rabu, 08 April 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Industri Pulp dan Kertas. [Foto: soldocavitators.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri pulp dan kertas nasional terus menunjukkan kinerja positif dan menjadi salah satu penopang penting sektor manufaktur Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri ini juga berkontribusi besar terhadap ekspor dan penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan data tahun 2025, industri kertas, barang kertas, dan percetakan menyumbang 3,73% terhadap PDB pengolahan nonmigas. Dari sisi ekspor, pulp mencapai USD 3,60 miliar, sementara kertas menembus USD 4,57 miliar. Industri ini juga menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung dan 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan kontribusi tersebut menunjukkan posisi strategis sektor ini dalam perekonomian nasional.

“Dengan kontribusi yang diberikan oleh sektor industri ini kepada PDB pengolahan nonmigas telah menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penopang utama manufaktur nasional,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Senada, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut industri pulp dan kertas memiliki efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan sektor ini menghasilkan berbagai produk turunan mulai dari pulp, kertas industri, hingga rayon yang digunakan di berbagai sektor.

Dari sisi global, peluang industri ini masih terbuka lebar. Tren penggunaan kemasan berbasis kertas dan flexible packaging terus meningkat, terutama didorong oleh sektor makanan minuman dan e-commerce. Selain itu, dorongan penggunaan bahan ramah lingkungan juga menjadi katalis pertumbuhan industri.

Meski demikian, industri pulp dan kertas nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan bahan baku daur ulang domestik hingga kebijakan global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan hambatan non-tarif dari negara mitra dagang.

Putu menegaskan, pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat daya saing industri ini, termasuk penguatan rantai pasok, inovasi bahan baku alternatif, serta pengembangan industri hijau.

“Terlepas dari tantangan tersebut, industri pulp dan kertas nasional tetap menunjukkan perkembangan yang positif, dengan tetap mengedepankan prinsip industri hijau dan ekonomi sirkular,” tuturnya. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI