DIALEKSIS.COM | Sinabang - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University bersama Pemerintah Kabupaten Simeulue, Aceh, mengkaji pengembangan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi.
Pimpinan TEP, Irzal Efendi, mengatakan pengembangan ikan air tawar penting untuk memperkuat pasokan protein masyarakat Simeulue, terutama saat cuaca ekstrem yang dapat mengganggu pasokan ikan laut.
“Budidaya ikan air tawar ini penting memperkuat ketersediaan sumber protein masyarakat Pulau Simeulue,” kata Irzal dalam keterangan Humas Pemkab Simeulue, Minggu (23/8/2026).
Program tersebut merupakan tindak lanjut kajian TEP IPB University pada 2025. Lele dan nila dinilai memiliki prospek pasar yang kuat. Budidaya lele akan dikembangkan secara terintegrasi mulai dari pembenihan, pendederan hingga pembesaran dengan kolam terpal dan bak bulat.
TEP juga menyiapkan penggunaan induk unggul dari Banda Aceh serta pengembangan pakan secara mandiri.
Selain ikan air tawar, TEP mengkaji pengembangan lobster. Simeulue selama ini menjadi salah satu kawasan dalam rantai pasok benih bening lobster (BBL). Potensi itu dinilai dapat dikembangkan melalui pendederan lobster hingga ukuran 10-50 gram per ekor.
Teknologi yang ditawarkan mencakup land-based aquaculture menggunakan sistem resirkulasi (RAS), serta budi daya laut melalui keramba jaring apung, jaring tenggelam, dan keramba jaring dasar laut.
“Ini membuka peluang bagi Simeulue menjadi kawasan produksi komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Irzal.
Staf Ahli Bupati Simeulue Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kasirman, berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi mata rantai ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. [*]

