Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Imbas Banjir, Harga Ayam di Aceh Naik Akibat Pasokan Berkurang

Imbas Banjir, Harga Ayam di Aceh Naik Akibat Pasokan Berkurang

Minggu, 25 Januari 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Distributor ayam di Aceh Besar dan Banda Aceh, Muhammad Yanis, yang akrab disapa Pook. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harga ayam pedaging di Aceh mengalami kenaikan imbas banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh akhir November 2025 lalu. 

Kondisi ini dipicu berkurangnya pasokan ayam akibat tidak tersedianya bibit, mahalnya pakan, serta gangguan listrik yang berdampak pada peternakan saat banjir lalu.

Distributor ayam di Aceh Besar dan Banda Aceh, Muhammad Yanis, yang akrab disapa Pook, mengatakan pascabanjir pasokan ayam di Aceh menurun drastis sehingga harga di tingkat pasar melonjak.

“Setelah banjir, ayam sangat berkurang. Bibit tidak ada, harga pakan mahal, ditambah mati listrik yang membuat banyak ayam mati. Akibatnya pasokan ke pasar menurun,” kata Pook kepada Dialeksis.com, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat harga ayam pedaging naik tajam. Jika sebelumnya harga ayam ukuran sedang stabil di kisaran Rp55 ribu per ekor, kini melonjak menjadi Rp70 ribu per ekor. Bahkan untuk ayam berukuran besar, harga bisa mencapai Rp80 ribu lebih per ekor.

“Waktu banjir kemarin, sangat susah mendapatkan ayam di Aceh, baik ayam pedaging maupun ayam potong. Kita masih sangat bergantung pada pasokan dari provinsi tetangga,” ujarnya.

Menurut Pook, kondisi ini menjadi peringatan penting bagi Aceh agar segera mewujudkan kemandirian pangan, khususnya di sektor peternakan. Ia menilai ketergantungan terhadap daerah lain membuat Aceh rentan ketika terjadi bencana.

“Kita berharap Aceh bisa mandiri pangan dan tidak terus bergantung pada provinsi tetangga. Saat banjir, dampaknya langsung terasa, harga naik dan barang langka,” katanya.

Ia memprediksi harga ayam akan kembali stabil setelah Hari Raya Idulfitri 2026, seiring mulai pulihnya produksi ayam di tingkat peternak.

Namun demikian, Pook menegaskan pemulihan tersebut hanya akan berjalan baik jika pemerintah serius menata kembali sektor peternakan pascabanjir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, hingga proses pembesaran dan distribusi ayam ke masyarakat.

“Pemerintah jangan berpangku tangan dan hanya menunggu. Harus jemput bola dan menyelesaikan persoalan ini bersama-sama. Kita berharap kondisi ini segera stabil,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI