Jum`at, 16 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Pemerintah Fokus Benahi Distribusi

Cabai Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar, Pemerintah Fokus Benahi Distribusi

Kamis, 15 Oktober 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Cabai menjadi salah satu komoditas utama pendorong inflasi umum pada September 2026. [Foto: dok. Kementan]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Cabai menjadi salah satu komoditas utama pendorong inflasi umum pada September 2026. Cabai rawit memberikan andil 0,08 persen, sementara cabai merah 0,06 persen terhadap inflasi bulanan.

Meski produksi Oktober dipastikan mencukupi kebutuhan nasional, pemerintah masih menghadapi masalah pemerataan pasokan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan fasilitasi distribusi dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami defisit.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan Bapanas dapat membantu subsidi pengiriman cabai dari sentra produksi ke daerah yang kekurangan pasokan.

"Bagi yang di daerahnya bukan daerah sentra produksi, kekurangan cabai, karena cabai saat ini, produksi yang paling tinggi salah satunya ada di Aceh, Bapanas bisa membantu subsidi untuk membantu pengiriman," ujar Hermawan, Kamis (15/10/2026).

Dalam waktu dekat, Bapanas mengupayakan pengiriman cabai rawit merah dari Probolinggo, Jawa Timur, ke Sulawesi Utara dan Maluku Utara bersama Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian.

Berdasarkan data Bapanas per 14 Oktober, harga cabai rawit secara nasional mencapai Rp93.629 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting Rp79.913 per kilogram.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Sudi Mardianto mengatakan produksi Oktober masih surplus. Produksi cabai rawit diperkirakan 133.000 ton dan cabai besar 115.000 ton, sementara konsumsi sekitar 70.000 ton.

"Jadi secara agregat masih mengalami surplus. Tapi memang sebaran produksinya yang lebih banyak daerah-daerah yang masih mengalami defisit," kata Sudi.

Kementan menyebut 26 kabupaten sentra cabai menyumbang sekitar 65 persen produksi nasional. Pemerintah kini mendorong distribusi antardaerah sekaligus menambah pertanaman untuk menjaga pasokan hingga Natal, Tahun Baru, dan Ramadan 2027. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI