Selasa, 08 September 2026
Beranda / Ekonomi / Bupati Gayo Lues Minta Penyaluran Bibit Kopi Dikawal Ketat

Bupati Gayo Lues Minta Penyaluran Bibit Kopi Dikawal Ketat

Senin, 07 September 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Gayo Lues Suhaidi meminta program penanaman kopi yang dijadwalkan mulai September 2026 diawasi secara ketat. [Foto: Diskominfo GL]


DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Bupati Gayo Lues Suhaidi meminta program penanaman kopi yang dijadwalkan mulai September 2026 diawasi secara ketat. Pengawasan dilakukan sejak pembagian bibit hingga memastikan seluruh bibit benar-benar ditanam oleh petani.

Suhaidi menegaskan pencairan biaya program ke rekening kelompok harus dilakukan setelah setiap kepala keluarga (KK) di dalam kelompok tersebut terbukti telah menanam kopi.

"Saya mau pencairan biaya terkait kopi ini ke rekening kelompok nanti dicairkan setelah setiap KK dalam kelompok tersebut sudah benar-benar menanam kopinya," tegas Suhaidi dalam rapat rutin bersama para asisten dan kepala SKPK di Aula Setdakab Gayo Lues, Senin (7/9/2026).

Ia meminta setiap desa setidaknya memiliki satu ASN yang bertugas melakukan pemantauan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menyerahkan bibit kepada masyarakat tanpa memastikan proses penanaman berjalan.

"Satu desa itu minimal ada satu ASN untuk menjadi penanggung jawab, supaya masyarakat kita ini betul-betul menanam kopi yang sudah kita bagikan," ujarnya.

Suhaidi juga meminta tidak ada alasan yang menyebabkan program penanaman terhenti, termasuk persoalan akses jalan maupun kualitas bibit.

Dinas Pertanian Diminta Pastikan Program Berjalan

Suhaidi menekankan Dinas Pertanian harus memastikan program perkebunan berjalan sesuai target. Ia menyebut sekitar 70% program kerja Bupati-Wakil Bupati Gayo Lues berada di sektor pertanian.

"Kita sudah berbicara teknis. Artinya bagaimana program ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan," katanya.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum diminta membersihkan dan membuka akses jalan menuju perkebunan warga dengan memanfaatkan alat berat milik UPTD.

Menurut Suhaidi, penggunaan alat milik pemerintah dinilai lebih efisien dibandingkan mengontrakkan pekerjaan tersebut. Anggaran dapat difokuskan untuk kebutuhan operasional seperti gaji operator dan bahan bakar.

Bibit Kopi Dibagikan Akhir September

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Ir. Hakim, mengatakan pembagian bibit kopi kepada masyarakat ditargetkan berlangsung pada akhir September 2026.

Penyaluran bibit menunggu kondisi cuaca dan kesiapan tanaman agar memenuhi kriteria pembagian yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.

"Melihat kondisi cuaca, akhir September ini kopi akan kita bagikan. Kita menunggu kondisi bibit sesuai dengan kriteria pembagian yang telah ditentukan Kementerian," kata Hakim.

Selain program kopi, Pemkab Gayo Lues juga membentuk tim percepatan hutan sosial. Tim tersebut ditargetkan dapat menyediakan lahan untuk pengembangan kopi, kakao, dan komoditas lainnya mulai 2027.

Suhaidi mengatakan langkah tersebut dilakukan agar pengembangan komoditas perkebunan tidak terkendala regulasi di sektor kehutanan. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan terkait rencana tersebut. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
kejati bsi