Minggu, 27 September 2026
Beranda / Ekonomi / Barbershop Menjamur di Banda Aceh, Jadi Bisnis Baru Anak Muda

Barbershop Menjamur di Banda Aceh, Jadi Bisnis Baru Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia


Ilustrasi barbershop. Foto: shutterstock.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bisnis barbershop semakin mudah ditemui di berbagai sudut Kota Banda Aceh. Jasa pangkas rambut yang dahulu identik dengan usaha sederhana kini berkembang menjadi bisnis modern yang menawarkan keterampilan barber, kenyamanan tempat, konsultasi model rambut hingga perawatan penampilan pria.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Pelanggan kini tidak sekadar datang untuk memendekkan rambut, tetapi mulai mempertimbangkan kualitas hasil potongan, kebersihan peralatan, kenyamanan tempat, pelayanan, hingga kemampuan barber memberikan model rambut yang sesuai dengan bentuk wajah dan karakter pelanggan.

Sejumlah barbershop profesional tumbuh dan menjadi pilihan masyarakat Banda Aceh. Di antaranya Elegant Barbershop, Seulanga Barbershop, JMK Barbershop, Bigboss Barbershop, serta Ray Barbershop. Kehadiran berbagai usaha tersebut membuat persaingan jasa pangkas rambut pria semakin terbuka.

Persaingan tidak lagi semata-mata pada harga. Kualitas barber, konsistensi hasil potongan, pelayanan, fasilitas hingga kemampuan membangun hubungan dengan pelanggan menjadi modal penting untuk mempertahankan konsumen.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa barbershop mulai menjadi bagian dari pertumbuhan sektor jasa dan ekonomi kreatif perkotaan. Usaha pangkas rambut memiliki pasar yang relatif berulang karena konsumen membutuhkan jasa tersebut secara berkala.

Selain pemilik usaha, berkembangnya bisnis barbershop juga membuka ruang ekonomi bagi tenaga kerja baru. Satu barbershop dapat melibatkan beberapa barber, kasir, pengelola hingga tenaga pendukung. Jika jumlah usaha terus bertambah, peluang kerja bagi anak muda yang memiliki keterampilan memangkas dan menata rambut juga semakin terbuka.

Salah seorang pelanggan barbershop di Banda Aceh, Adit jadul, melihat perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang positif, terutama karena memberikan lebih banyak alternatif kepada masyarakat dalam memilih jasa pangkas rambut sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Sekarang pilihan barbershop di Banda Aceh semakin banyak. Bagi pelanggan tentu bagus karena kita mempunyai banyak alternatif. Bisa memilih berdasarkan kualitas potongan, kenyamanan tempat, pelayanan maupun harga yang sesuai,” kata Adit kepada Dialeksis.

Menurutnya, konsumen sekarang semakin selektif. Pelanggan tidak hanya menginginkan rambut terlihat pendek dan rapi, tetapi juga berharap barber memahami model rambut yang cocok serta mampu memberikan hasil secara konsisten.

“Kalau hasilnya sesuai keinginan, tempatnya bersih, pelayanan nyaman dan barber-nya paham apa yang kita mau, biasanya pelanggan akan kembali. Bahkan bisa merekomendasikannya kepada teman,” ujar Adit hobi badminton.

Adit juga melihat menjamurnya barbershop dari sisi ekonomi. Menurutnya, semakin banyak usaha tersebut berkembang, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan, terutama bagi generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang barber.

“Ini juga bagus untuk membuka lapangan kerja. Anak-anak muda yang punya keterampilan memangkas rambut bisa bekerja, meningkatkan kemampuan, bahkan suatu hari membuka usaha sendiri. Jadi bukan hanya pelanggan yang mendapatkan banyak pilihan, tetapi ada perputaran ekonomi dan peluang kerja di dalamnya,” katanya.

Ia menilai persaingan antarpelaku usaha seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas dan profesionalitas. Dengan semakin banyaknya pilihan, pelanggan akan mempunyai posisi lebih kuat untuk menentukan tempat yang menawarkan pelayanan terbaik.

“Persaingan itu bagus sepanjang yang dipertandingkan adalah kualitas. Semakin profesional pelayanan yang diberikan, pelanggan juga semakin diuntungkan,” ujar Jadidul.

Maraknya barbershop pada akhirnya menunjukkan bahwa bisnis pangkas rambut telah mengalami transformasi. Ia bukan lagi sekadar tempat mencukur rambut, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus ruang ekonomi baru.

Di balik suara mesin cukur dan gunting barber, tumbuh peluang usaha, lapangan pekerjaan, serta pilihan layanan yang semakin beragam bagi masyarakat Banda Aceh. Bagi pelaku usaha, tantangannya kini bukan sekadar membuka barbershop, melainkan bagaimana menjaga kualitas agar pelanggan terus kembali.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI