DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT BPR Syariah Mustaqim Aceh (Perseroda) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran pembiayaan kepada sektor mikro dan usaha kecil masyarakat Aceh.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi tensi geopolitik, tekanan ekonomi dunia, serta ketidakpastian pasar keuangan, Bank Mustaqim Aceh tetap mampu menunjukkan konsistensi dan kinerja positif secara berkelanjutan.
Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga stabilitas usaha, tetapi juga memperlihatkan komitmen Bank Mustaqim Aceh dalam menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta keberpihakan terhadap ekonomi masyarakat kecil.
Direktur Utama Bank Mustaqim Aceh, Raisul Mukhlis, mengatakan orientasi utama perseroan tidak semata-mata bertumpu pada capaian laba. Menurutnya, kehadiran Bank Mustaqim Aceh harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil di Aceh.
“Orientasi utama perseroan tidak semata-mata berfokus pada pencapaian laba. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil di Aceh,” ujar Raisul.
Ia menjelaskan, di tengah persaingan industri perbankan dan keterbatasan skala usaha dibandingkan lembaga keuangan besar, Bank Mustaqim Aceh tetap konsisten menjalankan fungsi intermediasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari mandat pembangunan daerah.
Menurut Raisul, Bank Mustaqim Aceh meyakini keberhasilan sebuah lembaga keuangan daerah tidak hanya diukur dari besarnya dividen atau kontribusi kepada pemerintah daerah. Lebih jauh, keberhasilan itu juga harus dilihat dari sejauh mana bank mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai Badan Usaha Milik Aceh, Bank Mustaqim Aceh terus memfokuskan penyaluran pembiayaan pada sektor mikro. Komitmen itu sejalan dengan arahan Gubernur Aceh selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), agar Bank Mustaqim Aceh hadir sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan dan penguatan UMKM di daerah.
Raisul menyebutkan, hingga saat ini sekitar 87 persen dari total pembiayaan yang disalurkan Bank Mustaqim Aceh merupakan pembiayaan modal kerja kepada sektor UMKM. Angka tersebut, kata dia, menjadi bukti keberpihakan bank terhadap penguatan usaha masyarakat kecil.
“Pembiayaan kepada sektor UMKM ini kami pandang sebagai bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Bank daerah harus tumbuh bersama masyarakat dan berorientasi pada pembangunan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberpihakan terhadap sektor mikro menjadi semakin penting dalam situasi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pemulihan dan penguatan usaha. Melalui pembiayaan produktif, Bank Mustaqim Aceh ingin memastikan pelaku UMKM memiliki akses permodalan yang lebih mudah, terukur, dan sesuai prinsip syariah.
“Bank Mustaqim Aceh hadir untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat. Nilai manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi bagian penting dari keberadaan kami sebagai lembaga keuangan daerah,” kata Raisul.
Raisul menegaskan, Bank Mustaqim Aceh akan terus menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis, manfaat sosial, dan tanggung jawab kepada Pemerintah Aceh sebagai pemilik. Dengan begitu, kehadiran bank daerah tidak hanya tercermin dari laporan keuangan, tetapi juga dari kontribusinya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.
“Kami ingin Bank Mustaqim Aceh tidak hanya dikenal karena kinerja keuangannya, tetapi juga karena keberpihakannya kepada masyarakat. Ke depan, fokus kami tetap pada penguatan ekonomi rakyat, perluasan pembiayaan UMKM, dan peningkatan manfaat bagi Aceh,” pungkas Raisul.