Selasa, 04 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia, Iran dan Oman Dikabarkan Hampir Capai Kesepakatan Baru

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia, Iran dan Oman Dikabarkan Hampir Capai Kesepakatan Baru

Senin, 03 Agustus 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat Bandar Abbas di Iran [Foto: dok. West Asia News Agency/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negosiasi antara Iran dan Oman mengenai pengaturan baru di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Teheran menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan kembali ke kondisi seperti sebelum konflik pecah.

Dalam sebuah unggahan di Telegram pada hari Minggu (2/8/2026), Abbas Araghchi mengatakan bahwa dalam laporan yang ia sampaikan kepada kabinet, ia menggambarkan negosiasi antara Teheran dan Muscat sebagai "sedang dalam proses penyelesaian".

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kedua negara hampir mencapai kesepakatan mengenai rute maritim baru yang terpisah dari koridor pelayaran sebelumnya.

Menurut Baghaei, rute baru itu dirancang untuk menghormati kedaulatan Iran dan Oman sekaligus menjaga kepentingan keamanan kedua negara. Hingga kini, pemerintah Oman belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Iran diketahui masih mempertahankan kendali atas kawasan tersebut sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel kembali memanas.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat akan menjadi dasar hubungan luar negeri Iran ke depan. Ia berharap seluruh pihak mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani demi menjaga stabilitas kawasan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku bersedia menunda rencana serangan baru terhadap Iran apabila kesepakatan damai segera tercapai. Trump juga menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu syarat utama dalam kesepakatan tersebut.

Di tengah meningkatnya tensi, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan turut mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan meminta semua pihak menahan diri agar konflik tidak kembali meluas. [Aljazeera, AFP, Reuters]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI