Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rusia Hentikan Serangan di Kherson demi Misi Bantuan Kemanusiaan

Rusia Hentikan Serangan di Kherson demi Misi Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 27 Oktober 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Mobil-mobil yang hancur terlihat di jalan raya dari kota Oleshky yang diduduki Rusia di wilayah Kherson, Ukraina [Foto: Ukrainian 34th Separate Marine Brigade “Borysfen”, via AP]


DIALEKSIS.COM | Moskow - Rusia menghentikan serangan di wilayah Kherson, Ukraina, menyusul pemberlakuan gencatan senjata lokal untuk mendukung misi kemanusiaan yang dimediasi Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, dengan melibatkan Paus Leo.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, penghentian pertempuran dimulai pada Selasa (27/10/2026) pukul 01.00 GMT. Gencatan senjata tersebut bertujuan membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga di Oleshky, wilayah Kherson selatan yang masih diduduki Rusia.

Misi yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini akan membawa tenaga medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih ke kota tersebut sebelum koridor evakuasi dibuka.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga 2.000 orang masih terjebak di Oleshky. Mereka kesulitan meninggalkan kota akibat ancaman ranjau dan serangan pesawat nirawak atau drone. Warga juga menghadapi kekurangan akut makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Sebelum perang, Oleshky dihuni sekitar 24.000 orang. Kota ini terletak di tepi timur Sungai Dnipro, berseberangan dengan Kota Kherson yang dikuasai Ukraina. Pasukan Rusia merebut Oleshky pada awal invasi pada Februari 2022 dan masih menguasainya hingga kini.

Selain terdampak pertempuran, Oleshky mengalami kerusakan parah akibat perang serta banjir setelah Bendungan Kakhovka hancur pada 2023.

Gencatan senjata lokal itu dijadwalkan berlaku hingga Sabtu, dengan kemungkinan diperpanjang. Namun, ketidakpercayaan antara Moskow dan Kyiv masih menjadi tantangan bagi keberhasilan kesepakatan tersebut.

Kesepakatan yang diumumkan pada 23 Oktober ini juga menjadi bagian dari upaya Washington mendorong kembali perundingan damai antara Rusia dan Ukraina, setelah konflik berkepanjangan menghambat berbagai inisiatif diplomatik. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI