Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Penipuan ATM Bitcoin Melonjak, Warga AS Rugi Rp5 Triliun Lebih di 2025

Penipuan ATM Bitcoin Melonjak, Warga AS Rugi Rp5 Triliun Lebih di 2025

Rabu, 31 Desember 2025 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Bitcoin. [Foto: Reuters/Dado Ruvic]


DIALEKSIS.COM | AS - Biro Investigasi Federal (FBI) mengungkap lonjakan tajam penipuan menggunakan ATM Bitcoin. Sepanjang 2025, warga Amerika Serikat dilaporkan merugi lebih dari 333 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun, angka tertinggi sepanjang sejarah.

FBI mencatat tren penipuan lewat kios mata uang kripto meningkat konsisten dan belum menunjukkan tanda melambat. Pada 2024, kerugian tercatat sekitar 250 juta dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara dari Januari hingga November 2025 saja, kerugian sudah menembus 333,5 juta dolar AS.

Modus ini memanfaatkan lebih dari 45.000 ATM Bitcoin yang tersebar di seluruh AS. Penipu mengarahkan korban untuk menyetor uang tunai dan mengirimkannya ke dompet digital tertentu. Transaksi berlangsung cepat dan hampir tidak bisa dilacak kembali.

“Meminta kripto kini menjadi metode pilihan utama para penjahat,” kata Amy Nofziger dari AARP.

Pihak berwenang mulai bertindak. Jaksa Agung Washington, D.C., pada September lalu menggugat Athena Bitcoin, salah satu operator ATM Bitcoin terbesar, dengan tuduhan mengambil keuntungan dari korban penipuan. Gugatan menyebut 93 persen transaksi di mesin Athena di distrik tersebut terkait penipuan, dengan usia rata-rata korban 71 tahun.

Athena Bitcoin membantah tuduhan itu dan menyatakan telah menyediakan peringatan serta edukasi konsumen.

Seiring meningkatnya kasus, AARP mendorong regulasi lebih ketat. Hingga kini, setidaknya 17 negara bagian telah mengesahkan aturan khusus ATM Bitcoin, bahkan beberapa kota mempertimbangkan pelarangan total. [abc news]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI