DIALEKSIS.COM | Polandia - Tragedi penembakan massal mengguncang Kota Krakow, Polandia, Sabtu (7/11/2026). Sedikitnya enam orang tewas dan 16 lainnya terluka setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara membabi buta di kawasan alun-alun bersejarah yang menjadi salah satu pusat wisata negara tersebut.
Peristiwa itu semakin mengejutkan setelah aparat keamanan menemukan tiga jenazah lainnya di kediaman terduga pelaku. Ketiga korban diduga merupakan anggota keluarga dekat pria yang melakukan penembakan tersebut.
Dilansir dari Reuters dan CNN Indonesia, Minggu (8/11/2026), insiden terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Pelaku yang merupakan warga negara Polandia berusia 24 tahun dilaporkan mengendarai mobil menuju kawasan Main Market Square, Krakow, sebelum melepaskan tembakan secara acak ke arah warga.
Kepanikan seketika melanda kawasan yang biasanya dipadati wisatawan dan masyarakat setempat. Aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan penembakan.
Dalam pengejaran tersebut, polisi terlibat baku tembak dengan pelaku hingga berhasil melumpuhkan dan menangkapnya. Tersangka mengalami luka tembak dan dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan aparat.
Otoritas Polandia menyebutkan enam korban meninggal terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki. Salah seorang korban tewas diketahui berkewarganegaraan Inggris.
Sementara itu, sejumlah warga negara asing juga tercatat menjadi korban luka, termasuk seorang perempuan asal Portugal. Dua anggota kepolisian turut terluka saat berupaya menghentikan serangan.
Tiga Jenazah Ditemukan di Rumah Pelaku
Penyelidikan kemudian mengarah ke kediaman tersangka di Ostrowiec Świętokrzyski, sekitar 150 kilometer dari Krakow.
Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengungkapkan aparat menemukan tiga jenazah yang terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki di rumah tersebut.
Menurut Tusk, terdapat indikasi kuat bahwa ketiganya merupakan keluarga dekat pelaku. Namun, identitas korban, penyebab kematian, dan hubungan mereka dengan aksi penembakan di Krakow masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Aparat bahkan mengerahkan pesawat nirawak atau drone untuk memeriksa kondisi rumah sebelum tim antiteror memasuki bangunan. Langkah itu dilakukan karena petugas mencurigai adanya persediaan senjata dan amunisi dalam jumlah besar.
Sejumlah penghuni di sekitar kediaman tersangka juga dievakuasi sebagai tindakan pengamanan.
Polisi Selidiki Dugaan Motif Ekstremisme
Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwiński, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan awal mengindikasikan pelaku memiliki ketertarikan terhadap ideologi ekstrem sayap kanan.
Namun, pihak berwenang menegaskan dugaan tersebut masih harus didalami untuk mengetahui motif sebenarnya di balik serangan yang merenggut banyak korban jiwa itu.
Penyidik turut menemukan sejumlah senjata dan amunisi di kendaraan tersangka. Saat beraksi, pelaku diketahui mengenakan pakaian bergaya militer dan menggunakan senjata laras panjang.
Kierwiński mengapresiasi respons cepat kepolisian yang berhasil menghentikan serangan hanya beberapa menit setelah laporan pertama diterima.
Menurutnya, tindakan petugas kemungkinan telah mencegah jatuhnya korban dalam jumlah yang lebih besar.
Polandia Berduka
Peristiwa berdarah tersebut mengguncang Polandia, negara yang selama ini relatif jarang menghadapi penembakan massal dengan jumlah korban sebesar itu.
Krakow sendiri merupakan salah satu kota bersejarah sekaligus tujuan wisata utama di Eropa. Serangan di pusat keramaian tersebut memunculkan kekhawatiran baru mengenai ancaman kekerasan ekstremis terhadap keamanan masyarakat.
Pemerintah Polandia menetapkan masa berkabung nasional pada 8 - 9 November 2026. Pemerintah Kota Krakow juga memberlakukan masa berkabung hingga 11 November.
Presiden Polandia, Karol Nawrocki, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sejumlah pemimpin Eropa turut menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Polandia.
Sementara itu, kepolisian bersama badan intelijen dan aparat antiteror terus mengembangkan penyelidikan untuk memastikan motif pelaku, asal-usul persenjataan, serta kemungkinan keterkaitan antara penembakan di Krakow dan penemuan tiga jenazah di rumah tersangka.
Hingga Minggu (8/11/2026), belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian ketiga orang yang ditemukan di kediaman pelaku.