Rabu, 12 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Kemlu Buka Suara soal WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Yaman

Kemlu Buka Suara soal WNI Jadi Korban Serangan Houthi di Yaman

Selasa, 11 Agustus 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi serangan Houthi  Yaman pada  kapal tanker Marlin Luanda yang berlayar di Teluk Aden.terbakar setelah misil dari kelompok Houthi mengenai kapal tersebut dalam serangan pada 27 Januari 2024. Foto: Indian Navy/AP


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) buka suara terkait tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di kawasan Bab Al Mandab, Yaman, Senin (11/8/2026).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan Kemlu bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus memantau perkembangan insiden tersebut.

MV Tihamah diketahui membawa 11 anak buah kapal (ABK), terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Heni.

Sementara itu, satu ABK WNI lainnya dilaporkan sejumlah media internasional meninggal dunia akibat serangan tersebut. Namun, Kemlu belum dapat memastikan kebenaran informasi itu.

“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” ujar Heni.

Menurutnya, KBRI Muscat saat ini terus berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI tersebut.

Kemlu dan KBRI Muscat juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta berbagai pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru.

Heni menegaskan pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap seluruh ABK WNI, termasuk memberikan bantuan dan penanganan yang dibutuhkan.

Pemerintah juga mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke Indonesia setelah kondisi kesehatan dan situasi keamanan memungkinkan.

Berdasarkan komunikasi KBRI dengan ABK WNI yang selamat, insiden terjadi ketika kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman.

Sebelumnya, sejumlah media internasional melaporkan tiga awak kapal tewas dalam serangan tersebut, termasuk satu orang yang disebut merupakan WNI.

Bab Al Mandab merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur pelayaran penting bagi perdagangan internasional.

Insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. Situasi regional semakin memanas menyusul konflik Amerika Serikat dan Iran, sementara kelompok Houthi juga terlibat dalam berbagai ketegangan bersenjata di kawasan Yaman dan sekitarnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI