Senin, 08 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Iran Tembakkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait, Ketegangan Teluk Kian Memanas

Iran Tembakkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait, Ketegangan Teluk Kian Memanas

Minggu, 07 Juni 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kondisi di negara Iran. Foto: Majid Asgaripour/Reuters


DIALEKSIS.COM | Dunia - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke arah Bahrain dan Kuwait pada Sabtu (6/6/2026) waktu setempat. Serangan itu disebut menyasar aset militer Amerika Serikat di dua negara Teluk tersebut.

Pemerintah Bahrain menyatakan rudal dan drone yang ditembakkan Iran berhasil dicegat. Sementara itu, militer Kuwait mengumumkan pihaknya sedang merespons serangan rudal dan drone dari pihak yang disebut sebagai “musuh”. Sejumlah ledakan juga dilaporkan terdengar di sekitar wilayah Kuwait, termasuk dekat Bandara Internasional Kuwait.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut Iran meluncurkan tujuh rudal balistik ke arah Bahrain dan Kuwait. Dari jumlah itu, enam rudal berhasil dicegat, sedangkan satu rudal lainnya disebut tidak mencapai target yang dituju. CENTCOM juga menyatakan tidak ada laporan korban luka dari personel AS akibat serangan tersebut.

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengklaim serangan tersebut menargetkan “pangkalan musuh” di kawasan Teluk. IRGC menyebut sasaran serangan antara lain Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.

Namun, CENTCOM membantah klaim Iran yang menyebut markas Armada Kelima AS di Bahrain berhasil dihancurkan. Washington menegaskan tidak ada laporan kerusakan besar maupun korban dari pihak personel Amerika.

Serangan Iran itu terjadi sehari setelah pasukan AS menembak jatuh drone serang satu arah milik Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz. CENTCOM menyatakan drone tersebut dinilai sebagai ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional. AS kemudian membalas dengan menyerang sejumlah situs radar pengawasan pantai Iran, termasuk di wilayah Goruk dan Pulau Qeshm.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga mengeluarkan peringatan serangan udara dan meminta warga berlindung di lokasi aman.

“Sirene telah dibunyikan. Warga diimbau tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat,” demikian pernyataan otoritas Bahrain.

Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, sebelumnya melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Sirik, Iran selatan, sekitar pukul 02.30 dini hari waktu setempat. Namun, hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai sumber suara ledakan tersebut.

Pertukaran serangan terbaru ini memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di kawasan Teluk. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia, kembali berada dalam sorotan setelah meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI