DIALEKSIS.COM | Beijing - Raksasa teknologi China, Huawei, meluncurkan teknologi cip dan klaster komputasi AI terbaru yang diposisikan untuk menantang dominasi Nvidia. Langkah ini menunjukkan ambisi China mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Huawei memperkenalkan Atlas 960 SuperPoD dalam konferensi tahunan perusahaan di Shanghai, Kamis (17/9/2026). Klaster komputasi tersebut merupakan penerus Atlas 950 SuperPod dan diklaim menawarkan peningkatan kemampuan untuk pelatihan serta inferensi AI.
Huawei juga mengungkap rencana meluncurkan cip Ascend 970 pada 2028 dan Ascend 980 pada 2029. Seri tersebut diproyeksikan membawa peningkatan signifikan dalam kemampuan komputasi AI.
Peluncuran ini terjadi di tengah upaya China membangun kemandirian teknologi setelah pembatasan yang dipimpin AS membatasi akses perusahaan China terhadap cip AI tercanggih dan peralatan pembuat cip.
Analis The Asia Group George Chen menilai perkembangan Huawei menunjukkan meningkatnya ambisi China di bidang teknologi. Menurutnya, perkembangan AI yang sangat cepat membuat keunggulan AS tidak bisa dianggap akan bertahan selamanya.
Meski begitu, teknologi AI China masih dalam sejumlah hal bergantung pada cip AS, termasuk produk Nvidia. Namun, Huawei terus mengembangkan cip domestik dan menjadi salah satu pemain utama yang mendorong perusahaan AI China beralih ke teknologi dalam negeri.
Kemajuan Huawei juga menjadi perhatian AS karena Atlas 960 SuperPoD hadir hanya sekitar setahun setelah Atlas 950 SuperPod. Percepatan pengembangan tersebut dinilai mencerminkan semakin ketatnya persaingan AI antara AS dan China. [cnbc]