Kamis, 10 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Gunung Pickaxe Jadi Sorotan, Trump Khawatir Iran Hidupkan Lagi Program Nuklir

Gunung Pickaxe Jadi Sorotan, Trump Khawatir Iran Hidupkan Lagi Program Nuklir

Kamis, 10 September 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Citra satelit Vantor memperlihatkan aktivitas pembangunan terowongan dan tumpukan besar material galian di dekat kompleks nuklir Natanz di Gunung Pickaxe. [Foto: Maxar/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | AS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan aktivitas mencurigakan di Gunung Pickaxe, lokasi yang diduga terkait program nuklir Teheran.

Peringatan itu disampaikan Trump setelah muncul laporan peningkatan aktivitas di kawasan tersebut. “Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak bertindak macam-macam,” kata Trump dalam konvensi paruh waktu Partai Republik, Rabu (9/9/2026).

Gunung Pickaxe atau Kuh-e Kolang Gaz La berada sekitar dua kilometer dari fasilitas pengayaan uranium Natanz yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat serangan AS. Lokasi tersebut disebut sebagai salah satu bagian yang masih tersisa dari infrastruktur nuklir Iran.

Analisis citra satelit Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan aktivitas kendaraan dan pembangunan di Gunung Pickaxe meningkat sepanjang 2026. Menurut CSIS, aktivitas di lokasi itu kini tampak bergeser dari penggalian menuju kemungkinan pembangunan internal dan penguatan struktur bagian luar.

CSIS belum dapat memastikan maupun membantah laporan bahwa Iran memindahkan sentrifus uranium ke lokasi tersebut. Namun, lembaga itu menilai peningkatan aktivitas di Gunung Pickaxe sebagai hal yang mencurigakan. Iran sendiri berulang kali membantah tengah mengembangkan senjata nuklir.

Ketegangan AS-Iran juga meningkat setelah Iran melaporkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan sejumlah kapal di sekitar Selat Hormuz. Sebelumnya, AS menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran sebagai respons atas serangan rudal terhadap kapal perang AS.

Trump juga memperkirakan perang AS-Iran tidak akan berakhir sebelum pemilu sela AS pada November. Ia menyebut tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat AS dalam jangka pendek sepadan dengan upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI