DIALEKSIS.COM | AS - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Iran telah melewatkan berbagai kesempatan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan di tengah kebuntuan pembicaraan antara Washington dan Teheran.
"Iran gagal memanfaatkan berbagai peluang untuk mencapai kesepakatan dengan kami mengenai program nuklir," kata Rubio saat berkunjung ke Yunani, Rabu (7/10/2026).
Pembatasan aktivitas nuklir Iran masih menjadi tuntutan utama AS. Wakil Presiden AS J.D. Vance sebelumnya mengatakan kesepakatan untuk mengakhiri konflik harus mencakup komitmen Iran melakukan pengurangan signifikan dalam kegiatan pengayaan uranium.
Presiden Donald Trump juga membantah laporan bahwa AS menawarkan pelonggaran sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas konsesi nuklir.
Kebuntuan negosiasi turut meningkatkan ketegangan di kawasan. Serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz dilaporkan meningkat, sementara kapal-kapal tersebut kini mengandalkan perlindungan militer AS untuk melintasi jalur perairan strategis itu.
Dampaknya terasa di pasar energi. Harga minyak mentah Brent naik 0,64% menjadi US$101,23 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) meningkat 0,21% menjadi US$89,63 per barel. [cnbc]