DIALEKSIS.COM | Aceh - Hasil tracking riset digital redaksi Dialeksis hingga Kamis (28/5/2026) menunjukkan sejumlah kepala daerah di Provinsi Aceh terlibat langsung dalam penyaluran dan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Polanya beragam: ada yang bersumber dari bantuan Presiden Prabowo Subianto, arisan ASN, donatur, bantuan pemerintah daerah, hingga kurban keluarga kepala daerah.
Secara nasional, pemerintah menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban kepada 38 pemerintah provinsi serta 514 kabupaten/kota untuk dibagikan kepada masyarakat pada Idul Adha tahun ini. Di Aceh, sapi bantuan Presiden itu ikut diterima sejumlah daerah dan disalurkan melalui pemerintah kabupaten/kota kepada masyarakat penerima manfaat.
Di Aceh Tamiang, Bupati Armia Pahmi menyerahkan dua ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk warga terdampak banjir. Bantuan tersebut disalurkan ke Kampung Sekumur, Kecamatan Sekerak, dan Kampung Purwodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, pada Selasa (26/5/2026).
Dua sapi itu disebut memiliki bobot masing-masing lebih dari satu ton dan diserahkan langsung oleh Bupati Armia kepada datok penghulu setempat.
“Ini bukan sekadar bantuan pangan di hari raya, tetapi juga penyemangat moril bagi warga yang masih berjuang pulih pascabencana,” demikian pesan yang mengemuka dari penyaluran bantuan tersebut. Setelah disembelih, daging kurban didistribusikan kepada warga di dua kampung penerima manfaat.
Di Pidie, Bupati Sarjani Abdullah juga turun langsung dalam prosesi kurban. Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Pidie menyalurkan daging kurban dari 23 ekor sapi yang berasal dari program arisan ASN Pemkab Pidie dan donatur. Penyembelihan simbolis dilakukan Bupati Sarjani di halaman Kantor Dinas Syariat Islam Pidie pada Rabu (27/5/2026).
Selanjutnya dari Ketua PHBI Pidie, H. Fazli, menyebut 23 ekor sapi yang dikelola PHBI menghasilkan 1.850 tumpuk atau kupon. Secara keseluruhan, PHBI Pidie menerima hewan kurban dari berbagai pihak, antara lain 99 ekor sapi dan 6 ekor kambing dari SKPK, 2 ekor sapi dari PDAM, 3 ekor sapi dan 1 kambing dari Bank Aceh Syariah, serta 1 ekor sapi dari BSI Area Banda Aceh. Satu ekor sapi bantuan Presiden juga didistribusikan kepada korban banjir Blang Pandak, Tangse.
Di daerah Aceh Besar, bantuan sapi kurban Presiden disalurkan kepada warga Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum. Sapi jenis Limousin berbobot 1.024 kilogram itu diterima Masjid Sirajul Huda. Penyaluran tersebut disebut sesuai surat permohonan calon penerima bantuan yang diajukan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, kepada Kementerian Sekretariat Negara.
Sementara itu, Pemkab Pidie Jaya menyalurkan sapi kurban bantuan Presiden ke Masjid Al Falah Lueng Putu. Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyebut sapi tersebut memiliki bobot mencapai 920 kilogram. Ia menilai bantuan itu menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Pidie Jaya, khususnya di tengah proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Daerah lain di Aceh Selatan, bantuan Presiden hadir dalam bentuk paket daging segar. Pemkab Aceh Selatan mendistribusikan 4.090 paket daging untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di 11 kecamatan. Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegembiraan meugang dan Idul Adha bagi warga yang terdampak bencana.
Dari Aceh Singkil, Bupati Safriadi Oyon menyampaikan terima kasih atas bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo. Sapi tersebut disembelih di Masjid Hayatul Iman, Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, pada Rabu (27/5/2026). Oyon menyebut bantuan itu sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah.
Selain bantuan Presiden, aktivitas kurban di Aceh Singkil juga berlangsung di sejumlah masjid. Bupati Safriadi Oyon bersama keluarga menyaksikan penyembelihan hewan kurban berupa kerbau dan sapi di Masjid Nurul Makmur, Pulo Sarok. Di wilayah itu, sedikitnya 40 ekor hewan kurban tercatat dikelola di beberapa masjid dan musala, termasuk Masjid Baitusshalihin, Taqwa Muhammadiyah, Almuhajirin, dan Musala Al Hidayah.
Di Aceh Timur, fokus pemerintah daerah terlihat pada kesiapan stok hewan kurban. Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur mencatat persediaan hewan kurban mencapai 2.428 ekor, terdiri dari 1.062 sapi, 900 kambing, 457 domba, dan 9 kerbau. Kecamatan Idi Rayeuk menjadi wilayah dengan persediaan terbanyak, yakni 253 ekor.
Pemerintah Aceh Timur juga memastikan pengawasan kesehatan hewan dilakukan sebelum dan sesudah penyembelihan. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur Murdhani menyebut hewan kurban harus sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak konsumsi.
Di luar kabupaten, Pemko Banda Aceh juga mencatat angka kurban cukup besar. Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyebut tahun ini terkumpul 65 ekor sapi dan 17 ekor kambing dari ASN. Dari jumlah itu, 17 ekor sapi dan 9 ekor kambing disalurkan langsung kepada masyarakat, terutama dayah, balai pengajian, dan gampong yang minim hewan kurban.
Banda Aceh juga menerima dukungan 40 ekor sapi dari Turki dan 250 paket kurban dari Uni Emirat Arab. Sebagian bantuan tersebut dijadwalkan disembelih di Banda Aceh, sementara dua ekor sapi akan dibawa ke Pidie Jaya untuk warga terdampak bencana.
Dari hasil penelusuran ini, kurban kepala daerah dan pemerintah daerah di Aceh pada Idul Adha 1447 H tidak hanya menjadi seremoni keagamaan. Di banyak tempat, kurban juga menjadi instrumen solidaritas sosial, terutama bagi warga miskin, gampong minim kurban, dan masyarakat terdampak bencana.
Pola yang terlihat adalah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, ASN, donatur, lembaga keuangan, hingga bantuan luar negeri. Namun, di tengah tingginya angka penyaluran, aspek pemerataan dan kesehatan hewan tetap menjadi catatan penting agar daging kurban benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan. [arn]