DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah dengan tradisi keislaman yang kuat dan jaringan masjid yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Hasil penelusuran redaksi Dialeksis mencatat sedikitnya sepuluh masjid dengan kapasitas jamaah terbesar di Aceh, berdasarkan data publik, keterangan pengurus, serta laporan media.
Di posisi teratas, Masjid Agung Islamic Centre Lhokseumawe tercatat mampu menampung sekitar 10.000 jamaah. Masjid ini menjadi ikon Kota Lhokseumawe sekaligus pusat kegiatan keagamaan berskala besar di wilayah pantai utara Aceh.
Berikutnya, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh memiliki kapasitas sekitar 9.000 jamaah di ruang utama. Namun, dengan pemanfaatan halaman dan fasilitas payung elektrik, daya tampungnya dapat meningkat signifikan saat pelaksanaan salat Id dan momentum besar keagamaan.
Di wilayah barat selatan, Masjid Agung Baitul Makmur di Meulaboh mampu menampung sekitar 7.000 jamaah. Masjid ini menjadi pusat aktivitas religius masyarakat Aceh Barat.
Sementara itu, Masjid Agung Baitul A'la, yang dikenal juga dengan sebutan Masjid Giok, memiliki kapasitas sekitar 5.600 jamaah. Keunikan arsitekturnya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung dari luar daerah.
Selain empat masjid tersebut, redaksi Dialeksis juga mencatat sejumlah masjid besar lainnya di Aceh:
• Masjid Oman Al-Makmur dengan kapasitas sekitar 2.500 jamaah.
• Masjid Raya Ruhama yang mampu menampung sekitar 2.000 jamaah.
• Masjid Agung At-Taqwa dengan kapasitas diperkirakan 3.000 jamaah.
• Masjid Agung Darussalam dengan daya tampung sekitar 3.000 jamaah.
• Masjid Agung Babussalam berkapasitas sekitar 2.500 jamaah.
• Masjid Tuha Indrapuri, masjid bersejarah yang mampu menampung sekitar 500 jamaah.
Jika diakumulasikan, sepuluh masjid tersebut memiliki total kapasitas puluhan ribu jamaah. Angka ini menunjukkan besarnya infrastruktur keagamaan di Aceh yang menopang aktivitas ibadah, pendidikan, dan syiar Islam.
Redaksi mencatat, kapasitas tersebut dapat berubah tergantung pengaturan saf, penggunaan pelataran, serta pengembangan fasilitas terbaru dari masing-masing pengurus masjid. Meski demikian, daftar ini menggambarkan potret masjid-masjid terbesar yang menjadi pusat spiritual sekaligus simbol identitas religius masyarakat Aceh.