Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / YCWS dan Yayasan Geutanyoe Salurkan 29 Ton Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh Utara

YCWS dan Yayasan Geutanyoe Salurkan 29 Ton Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh Utara

Rabu, 31 Desember 2025 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Yayasan Cita Wadah Swadaya (YCWS) bersama Yayasan Geutanyoe melaksanakan distribusi air bersih siap minum bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara. [Foto: Dokumen untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Di tengah kondisi banjir yang masih menyisakan kesulitan bagi ribuan warga di Kabupaten Aceh Utara, kepedulian kemanusiaan terus mengalir dari berbagai pihak.

Yayasan Cita Wadah Swadaya (YCWS) bersama Yayasan Geutanyoe melaksanakan distribusi air bersih siap minum bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah kecamatan.

Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung selama hampir tiga pekan, sejak 10 Desember hingga 31 Desember 2025. Dalam kurun waktu tersebut, YCWS dan Yayasan Geutanyoe telah melakukan sebanyak 12 kali pendistribusian air bersih, dengan kapasitas sekitar dua ton pada setiap pendistribusian. Selain itu, sebelumnya juga telah disalurkan air bersih sebanyak 5.000 liter atau setara lima ton ke wilayah Aceh Utara.

Dengan demikian, total air bersih siap minum yang berhasil disalurkan kepada masyarakat mencapai 29 ton.

Air bersih tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir, yakni Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Sawang, Langkahan, Samudera, dan Baktiya.

Jika diasumsikan setiap kepala keluarga (KK) menerima jatah sekitar 19 liter air bersih, maka kegiatan ini telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 1.320 KK.

Koordinator lapangan YCWS, Iskandar, mengatakan bahwa distribusi air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga pascabanjir, terutama untuk konsumsi sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan selama ini. Seluruh kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama tim lapangan yang solid dan penuh dedikasi,” ujar Iskandar kepada media dialeksis.com, Rabu (31/12/2025).

Menurut Iskandar, kerja di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan kerap dihadapi tim relawan, mulai dari akses ke lokasi terdampak hingga keterbatasan pasokan air bersih yang tersedia.

“Dalam beberapa kesempatan, keterbatasan pasokan menyebabkan kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi ini menjadi beban moral bagi kami di lapangan,” kata dia.

Meski demikian, Iskandar menegaskan bahwa komitmen YCWS bersama Yayasan Geutanyoe untuk terus membantu masyarakat terdampak banjir tidak pernah surut.

Ia menyebutkan, setiap tantangan justru menjadi penguat semangat bagi tim untuk tetap hadir dan memberikan bantuan semaksimal mungkin.

“Kami menyadari bahwa air bersih adalah kebutuhan dasar. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI