DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Semangat kebersamaan dan kekompakan masyarakat mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Gampong Geulanggang (Cureh), Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Tahun ini, warga setempat menyembelih sebanyak 45 ekor hewan kurban yang terdiri atas 22 ekor sapi serta 23 ekor kambing dan domba. Proses penyembelihan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di halaman meunasah gampong dan Lapangan Sepak Bola PS Putra Cureh.
Keuchik Gampong Geulanggang, Teuku Saifunna, mengatakan jumlah hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi warga yang tersebar di empat dusun dalam gampong tersebut.
Menurutnya, Dusun Cureh BTN Kupula Indah menyumbangkan sebanyak 20 ekor hewan kurban, sedangkan 25 ekor lainnya berasal dari warga Dusun Cureh Selatan, Cureh Barat, dan Cureh Timur.
“Alhamdulillah, berkat kekompakan seluruh warga Cureh dan panitia kurban, tahun ini kita kembali dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan,” ujar Teuku Saifunna kepada media dialeksis.com, Sabtu, (30/5/2026).
Menurut Keuchik Gampong Geulanggang, Teuku Saifunna, seluruh daging kurban yang telah disembelih langsung didistribusikan kepada masyarakat melalui panitia yang telah dibentuk sebelumnya.
Pembagian tersebut diprioritaskan bagi warga kurang mampu, kaum dhuafa, janda, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan, baik yang berada di Gampong Geulanggang maupun di sejumlah kawasan sekitar.
Ia menegaskan bahwa esensi ibadah kurban tidak hanya terletak pada penyembelihan hewan, tetapi juga pada nilai berbagi dan kepedulian sosial kepada sesama.
"Kita berupaya agar daging kurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, setiap tahun semangat berbagi warga sangat tinggi sehingga manfaat kurban bisa dirasakan oleh banyak orang," ujar Teuku Saifunna.
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dalam berkurban menjadi bukti bahwa kesadaran sosial dan semangat kebersamaan warga Geulanggang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
"Kurban bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Saat warga mampu berbagi dengan warga lainnya, maka di situlah nilai kebersamaan dan persaudaraan semakin kokoh," tutupnya.