Senin, 12 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Wali Nanggroe Terima MAPIM, Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Ketahanan Pangan

Wali Nanggroe Terima MAPIM, Jajaki Kerja Sama Pendidikan hingga Ketahanan Pangan

Minggu, 11 Oktober 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar bersama delegasi dipimpin Presiden MAPIM, Tuan Haji Mohd. Azmi bin Abdul Hamid  di Meuligoe Wali Nanggroe, Jumat sore (9/10/2026). Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan pangan menjadi pembahasan dalam pertemuan Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, dengan delegasi Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) di Meuligoe Wali Nanggroe, Jumat sore (9/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi antara organisasi di Aceh dan Malaysia. Hubungan historis dan kedekatan kedua wilayah diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Delegasi dipimpin Presiden MAPIM, Tuan Haji Mohd. Azmi bin Abdul Hamid, bersama sejumlah pengurus MAPIM, perwakilan Multiversiti MAPIM, serta perwakilan Kementerian Agama Kamboja, Dr. Hj. Ijob Aitskary. Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus, Dr. M. Raviq.

Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut membahas penguatan hubungan melalui berbagai sektor produktif.

Seusai pertemuan, Mohd. Azmi menyampaikan apresiasi atas sambutan Wali Nanggroe. Ia mengaku memperoleh inspirasi dari kisah sejarah dan perjuangan Aceh yang didengarnya dalam kunjungan tersebut.

“Saya pikir ini adalah satu penghormatan yang tinggi di mana kami diterima untuk berkunjung dan mendengar sendiri cerita, kisah, sejarah, perjuangan. Semuanya itu memberi inspirasi yang tinggi kepada kami,” ujar Mohd. Azmi.

Menurutnya, kunjungan MAPIM juga membawa keinginan untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Pendidikan, ekonomi, dan pangan menjadi sejumlah bidang yang ingin dijajaki bersama.

“Saya telah menyatakan bahwa kunjungan kami adalah menyatakan hasrat untuk ada kerja sama antara Malaysia dengan Aceh dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, pemakanan (pangan), dan sebagainya,” katanya.

Mohd. Azmi berharap komunikasi yang terbangun dalam pertemuan itu dapat membuka hubungan lebih luas antara berbagai organisasi di Aceh dan Malaysia. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai permulaan untuk mengembangkan kerja sama ke depan.

Merespons keinginan itu, Wali Nanggroe menyambut baik rencana kolaborasi yang disampaikan MAPIM. Ia menekankan pentingnya menerjemahkan kedekatan historis dan emosional Aceh - Malaysia ke dalam kerja sama konkret.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran dan niat mulia dari delegasi MAPIM. Aceh selalu terbuka untuk kolaborasi strategis, terutama dalam memajukan sektor pendidikan Islam, penguatan ekonomi syariah, dan ketahanan pangan,” tutur Wali Nanggroe.

Ia berharap penjajakan tersebut segera ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis agar rencana kerja sama dapat memberikan hasil yang dirasakan masyarakat.

“Kami berharap rencana kerja sama ini segera ditindaklanjuti secara teknis agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Wali Nanggroe juga mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kolaborasi. Dengan demikian, hubungan Aceh dan Malaysia dapat berkembang lebih luas serta menjangkau kebutuhan masyarakat di kedua wilayah.[]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI