Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / PII Aceh Minta Pemerintah Sediakan Beasiswa bagi Pelajar Korban Bencana

PII Aceh Minta Pemerintah Sediakan Beasiswa bagi Pelajar Korban Bencana

Jum`at, 16 Januari 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Ketua Umum PW PII Aceh Periode 2024-2026, Mohd Rendi Febriansyah. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengurus Wilayah (PW) Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh meminta Pemerintah Aceh menyediakan beasiswa pendidikan khusus bagi pelajar korban bencana banjir di sejumlah daerah di Aceh.

Beasiswa tersebut dinilai sangat penting karena banyak keluarga terdampak kehilangan mata pencaharian pascabencana.

Ketua Umum PW PII Aceh Periode 2024-2026, Mohd Rendi Febriansyah menyampaikan, pasca banjir banyak orang tua pelajar tidak dapat kembali bekerja karena mata pencaharian mereka hilang.

Selain itu, sebagian besar waktu orang tua tersita untuk membersihkan rumah dan lingkungan yang rusak akibat banjir.

“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan pendidikan anak-anak sering terabaikan. Orang tua kesulitan membiayai sekolah karena penghasilan terhenti, sementara kebutuhan hidup sehari-hari juga mendesak,” ujarnya kepada wartawan dialeksis.com, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, dampak banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghancurkan fasilitas pendidikan. Banyak sekolah mengalami kerusakan, sementara peralatan belajar siswa seperti buku, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya hanyut dan tidak bisa lagi digunakan.

“Seluruh perlengkapan sekolah mereka hilang terbawa banjir. Anak-anak datang ke sekolah tanpa buku, tanpa tas, dan tanpa alat tulis yang memadai. Ini tentu sangat mempengaruhi semangat dan keberlanjutan pendidikan mereka,” katanya.

Ketua Umum PW PII Aceh juga menceritakan pengalamannya saat turun langsung ke wilayah pedalaman Aceh Timur.

Meski masyarakat mulai bangkit pascabencana, ia menilai kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan dan trauma akibat bencana masih membekas, khususnya bagi anak-anak.

“Saat kami datang, anak-anak sangat antusias menyambut relawan PII Aceh. Di sisi lain, ibu-ibu terlihat sangat sedih dan terharu, sekaligus mengucapkan terima kasih karena merasa masih ada yang peduli dan membantu mereka,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Aceh dapat segera merespons kondisi tersebut dengan menghadirkan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak penyintas banjir, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Beasiswa pendidikan sangat dibutuhkan agar anak-anak korban bencana tidak putus sekolah dan tetap memiliki harapan untuk masa depan mereka. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir dan menjadikan pemulihan pendidikan sebagai prioritas pascabencana,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI