Rabu, 08 Juli 2026
Beranda / Berita / Aceh / Peusijuk Warnai Lepas Sambut Rektor UTU, Prof Nyak Amir Wujudkan "UTU Gemilang"

Peusijuk Warnai Lepas Sambut Rektor UTU, Prof Nyak Amir Wujudkan "UTU Gemilang"

Selasa, 07 Juli 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Prosesi peusijuk warnai Lepas sambut Rektor UTU di Auditorium Teuku Umar, Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Selasa (7/7/2026). Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Suasana haru menyelimuti Auditorium Teuku Umar, Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Selasa (7/7/2026), saat sivitas akademika menggelar prosesi lepas sambut Rektor UTU dari Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., kepada Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., yang akan memimpin kampus tersebut untuk periode 2026 - 2030.

Prosesi berlangsung khidmat dengan diawali tradisi peusijuk atau tepung tawar sebagai simbol doa dan harapan bagi kepemimpinan baru. Acara kemudian ditutup dengan salam perpisahan yang penuh kehangatan antara pimpinan lama dan seluruh sivitas akademika.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan Prof. Nyak Amir sebagai Rektor UTU oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 30 Juni 2026 di Jakarta.



Dalam sambutannya, Prof. Ishak Hasan mengenang perjalanan empat tahun memimpin UTU yang diwarnai berbagai tantangan, mulai dari pemulihan pascatsunami, pandemi Covid-19, hingga penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi nasional.

Di balik tantangan tersebut, menurutnya, UTU mampu mencatat sejumlah capaian strategis. Jumlah program studi meningkat dari 20 menjadi 33 program, termasuk lima program pascasarjana dan satu program profesi keinsinyuran.

Tak hanya itu, UTU juga berhasil menempati peringkat ke-21 nasional dan peringkat 113 dunia dalam pemeringkatan UI GreenMetric, serta meraih Anugerah Diktisaintek sebagai perguruan tinggi negeri satuan kerja terbaik nasional di bidang kerja sama.

Di bidang sosial kemasyarakatan, UTU juga dipercaya menjadi koordinator penyaluran bantuan penanganan bencana hidrometeorologi Sumatera pada akhir 2025 yang melibatkan 25 perguruan tinggi negeri dan sejumlah perusahaan nasional.

Prof. Ishak mengatakan masih terdapat sejumlah program strategis yang perlu dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya. Di antaranya pendirian Fakultas Kedokteran, pembukaan program studi baru seperti Hubungan Internasional, Ilmu Politik Agro Maritim, Perminyakan, dan Pertambangan yang bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.

Selain itu, pembangunan Laboratorium Agro dan Marine senilai Rp100 miliar yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dijadwalkan mulai dikerjakan pada September 2026. Sementara usulan pembangunan fisik melalui skema Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) kini telah memasuki tahap pembahasan di Bappenas.

"Saya berharap di bawah kepemimpinan Prof. Nyak Amir, UTU semakin maju dan mampu meningkatkan capaian di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Ishak Hasan.

Sementara itu, Rektor UTU periode 2026-2030, Prof. Nyak Amir, menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan kampus melalui visi "UTU Gemilang".

Ia menyampaikan apresiasi kepada para rektor sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat hingga membawa akreditasi institusi UTU meraih predikat Baik Sekali.

Menurutnya, fokus kepemimpinan ke depan diarahkan pada percepatan transformasi kampus melalui sembilan program prioritas strategis.

Program tersebut mencakup penguatan kualitas akademik, transformasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur berbasis smart and green campus, penguatan riset dan inovasi, peningkatan daya saing mahasiswa dan alumni, pengembangan kewirausahaan, perluasan sumber pendanaan menuju Badan Layanan Umum (BLU), internasionalisasi kampus, hingga digitalisasi tata kelola melalui sistem informasi terpadu SIRATU+.

Di sektor infrastruktur, UTU akan melanjutkan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT), laboratorium, sistem drainase, serta mempersiapkan pembangunan Fakultas Kedokteran dan Teaching Hospital.

Selain itu, kampus juga menargetkan 60 persen program studi memperoleh akreditasi Unggul sekaligus mendorong peningkatan akreditasi institusi dalam beberapa tahun mendatang.

"Pergantian pimpinan adalah sunnatullah dalam organisasi. Kini saatnya seluruh sivitas akademika kembali bersatu, bergotong royong, dan mempercepat transformasi UTU menuju UTU Gemilang agar menjadi perguruan tinggi rujukan di bidang agro dan marine," kata Prof. Nyak Amir.

Prosesi lepas sambut tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya mantan Menteri PAN-RB Azwar Abubakar, unsur Pemerintah Aceh, Forkopimda, kepala daerah di wilayah Barat Selatan Aceh, pimpinan perguruan tinggi, serta mitra strategis UTU dari berbagai instansi pemerintah dan dunia usaha.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan Universitas Teuku Umar dengan harapan mampu memperkuat daya saing kampus, baik di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mempercepat transformasi sebagai perguruan tinggi unggulan di kawasan barat selatan Aceh.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI