Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Peringati HGN ke-66, DPD PERSAGI Aceh Gelar Edukasi Gizi Serentak di 65 Sekolah

Peringati HGN ke-66, DPD PERSAGI Aceh Gelar Edukasi Gizi Serentak di 65 Sekolah

Kamis, 22 Januari 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Peringati HGN ke-66, DPD PERSAGI Aceh Gelar Edukasi Gizi Serentak di 65 Sekolah di Aceh. [Foto: dok. Persagi Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI Aceh) melaksanakan kegiatan edukasi gizi serentak dengan tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045.” 

Kegiatan ini digelar secara nasional pada Rabu (21/1/2026), baik secara offline maupun online, dan dilaksanakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia.

Di Provinsi Aceh, edukasi gizi dilaksanakan di 65 titik sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan sasaran perwakilan siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SLTP), hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Total peserta yang mengikuti kegiatan ini di Aceh mencapai 2.505 siswa.

Ketua DPD PERSAGI Aceh, Dr. Aripin Ahmad, S.SiT, M.Kes, Dietisien, AIFO, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional PERSAGI dalam meningkatkan literasi gizi sejak usia sekolah sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Secara nasional, kegiatan edukasi gizi ini dilaksanakan di 1.841 sekolah dan melibatkan lebih dari 55.000 ahli gizi sebagai tenaga edukator. Oleh karena itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan edukasi gizi pertama yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan cakupan sekolah dan jumlah tenaga edukasi terbesar.

“Melalui edukasi gizi yang masif dan serentak ini, kami ingin menegaskan peran strategis ahli gizi dalam membentuk perilaku hidup sehat generasi muda. Ini bukan sekadar peringatan Hari Gizi Nasional, tetapi gerakan nyata menuju Generasi Emas 2045,” ujar Dr. Aripin.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum awal penguatan edukasi gizi berkelanjutan di sekolah serta mendapat pengakuan nasional sebagai tonggak sejarah edukasi gizi di Indonesia,” tutupnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI