DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menggelar puncak peringatan Pekan Jamu Nasional 2026 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan bertema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu” ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keamanan obat bahan alam sekaligus melestarikan budaya konsumsi jamu.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, mengatakan jamu merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Karena itu, masyarakat diajak untuk semakin mengenal dan memanfaatkan jamu yang aman, bermutu, serta memiliki manfaat kesehatan.
Berbagai kegiatan edukasi digelar dalam acara tersebut, seperti sosialisasi keamanan obat tradisional, penyuluhan bahaya kandungan Bahan Kimia Obat (BKO) dalam jamu, pembagian jamu gratis, kuis interaktif, hingga layanan pengujian cepat pangan melalui laboratorium keliling.
Sebanyak 10 sampel pangan yang dijual di sekitar lokasi turut diperiksa untuk mendeteksi kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan aman karena negatif dari bahan berbahaya tersebut.
BBPOM Aceh juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan.
Menurut Riyanto, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BBPOM Aceh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar memilih produk yang legal, aman, dan berkualitas. Melalui peringatan Pekan Jamu Nasional 2026, diharapkan budaya konsumsi jamu yang aman dan bertanggung jawab semakin berkembang di tengah masyarakat. [*]