Jum`at, 28 Agustus 2026
Beranda / Berita / Aceh / Mobil Colt Muatan Batu Bara Masuk Parit di Aceh Barat, Diduga Sopir Mengantuk

Mobil Colt Muatan Batu Bara Masuk Parit di Aceh Barat, Diduga Sopir Mengantuk

Kamis, 27 Agustus 2026 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Mobil Colt Muatan Batu Bara Masuk Parit di Aceh Barat, Diduga Sopir Mengantuk. [Foto: Humas Res Abar]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh, Gampong Teungoh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (27/8/2026) pagi.

Sebuah mobil Colt bernomor polisi BK 8395 FX yang mengangkut muatan batu bara keluar dari badan jalan hingga masuk ke parit di depan Pelabuhan Gampong Teungoh.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Samatiga Iptu Ade Haidir, S.H., mengatakan personel kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi kecelakaan.

Petugas melakukan penanganan di lokasi sekaligus memastikan kondisi pengemudi dan situasi lalu lintas di sekitar tempat kejadian tetap aman.

“Personel sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan situasi tetap aman. Dari informasi awal, kendaraan diduga kehilangan kendali setelah pengemudi mengantuk,” ujar Iptu Ade Haidir.

Mobil tersebut dikemudikan Agus Sutrisno (44), warga Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Sebelum kecelakaan, Agus mengemudikan mobil dari arah Banda Aceh menuju Meulaboh dengan membawa muatan batu bara.

Saat melintas di Gampong Teungoh, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga keluar dari jalur dan masuk ke parit yang berada di sisi jalan.

Akibat kejadian tersebut, muatan batu bara tumpah. Pagar pelabuhan yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi dilaporkan selamat.

Kerugian materiil akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Polisi mengingatkan para pengemudi, terutama yang melakukan perjalanan jarak jauh, agar memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum maupun selama berkendara.

Rasa kantuk dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan. “Jangan memaksakan diri ketika mulai mengantuk. Pengemudi sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar konsentrasi kembali dan perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman,” kata Iptu Ade Haidir.

Kecelakaan tersebut menjadi perhatian kepolisian karena lokasi kejadian berada di Jalan Nasional Meulaboh-Banda Aceh yang merupakan salah satu jalur utama masyarakat dan kendaraan antarkabupaten.

Personel kepolisian kemudian melakukan pendataan terhadap kendaraan serta dampak kerusakan yang ditimbulkan. Situasi di sekitar lokasi kecelakaan dipastikan tetap aman dan terkendali. [*]


Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub