Kamis, 15 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Mengenal Lebih Dekat Tiga Calon Rektor Unimal

Mengenal Lebih Dekat Tiga Calon Rektor Unimal

Rabu, 14 Oktober 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Sosok calon rektor Dr. Baidhawi, S.P., M.P., Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., dan Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026 - 2030. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026 - 2030 memasuki tahap lanjutan setelah senat menetapkan Dr. Baidhawi, S.P., M.P., Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., dan Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D., sebagai tiga calon yang akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Dalam penyaringan di Kampus Reuleut, Aceh Utara, Selasa (13/10/2026), Baidhawi memperoleh 11 suara dan Asri sembilan suara. Jullimursyida lolos setelah pemungutan suara ulang melawan Dr. Alfian, menyusul perolehan awal yang sama, masing-masing tujuh suara. Pada pemungutan ulang, Jullimursyida meraih 22 suara, Alfian 10 suara, dan dua suara dinyatakan rusak. 

Penelusuran redaksi Dialeksis terhadap profil resmi dosen, arsip pelantikan, publikasi ilmiah, serta kegiatan universitas memperlihatkan jalur pengalaman yang berbeda. Baidhawi berangkat dari pertanian dan pernah mengurus kemahasiswaan tingkat universitas. Asri memiliki pengalaman teknik, administrasi akademik, dan pendidikan profesi. Jullimursyida menempuh karier pada pengelolaan akademik, kerja sama, serta kepemimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 

Baidhawi dan Pengalaman Pertanian serta Kemahasiswaan

Baidhawi kini menjabat Dekan Fakultas Pertanian Unimal. Profil resmi Program Studi Agroekoteknologi mencatat ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Hama dan Penyakit Tanaman di Universitas Syiah Kuala pada 2001. Ia melanjutkan Magister Ilmu Tanaman di Universitas Padjadjaran pada 2006, kemudian menyelesaikan doktor bidang Ilmu-Ilmu Pertanian di kampus yang sama pada 2014. 

Bidang keahliannya adalah ilmu gulma, dengan jabatan akademik yang tercatat sebagai lektor kepala. Kepakaran ini berkaitan dengan persoalan budidaya dan pengelolaan lahan yang juga menjadi bagian penting dari kegiatan pertanian masyarakat. 

Jejak penelitian tersebut dapat dilihat dalam kajian mengenai inventarisasi dan risiko gulma asing invasif pada lahan pertanian di Sawang, Aceh Utara, yang terbit dalam Jurnal Agrium pada 2019. Baidhawi menjadi salah satu penulis bersama Nanda Firmansyah, Khusrizal, dan Rd Selvy Handayani. Penelitian itu mengidentifikasi 36 spesies dari 14 famili dan menilai risikonya pada beberapa tipe penggunaan lahan. 

Kajian itu memberi contoh bagaimana persoalan di sekitar kampus dapat menjadi bahan penelitian. Secara analitis, latar tersebut menyediakan bekal untuk menghubungkan agenda riset universitas dengan kebutuhan pengelolaan pertanian daerah. Manfaatnya bagi masyarakat tetap perlu dilihat melalui penerapan hasil penelitian dan perubahan yang dapat diukur di lapangan.

Pengalaman kepemimpinan Baidhawi juga mencakup tingkat universitas. Pada 28 Februari 2019, ia dilantik sebagai Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Jabatan tersebut menempatkannya dalam pengelolaan kegiatan dan pembinaan mahasiswa, sebelum kemudian memimpin Fakultas Pertanian. 

Pada masa ia menangani kemahasiswaan, Unimal meloloskan dua Program Kreativitas Mahasiswa ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2020. Dalam pemberitaan kampus, Baidhawi tercatat menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan pembimbing. Capaian tersebut merupakan hasil kerja mahasiswa beserta tim pendamping, sekaligus bagian dari rekam kegiatan kemahasiswaan pada masa jabatannya. 

Sebagai dekan, Baidhawi hadir dalam penandatanganan kerja sama Fakultas Pertanian dengan PT Tusam Hutani Lestari pada 2 Mei 2025. Kerja sama itu diarahkan pada kesempatan magang, kolaborasi penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada Januari - Februari 2026, ia juga tercatat sebagai salah satu dosen pembimbing enam mahasiswa Agroekoteknologi yang mengikuti praktik kerja lapangan di PTPN4 Regional 2, Sumatera Utara. 

Gabungan pengalaman akademik, kemahasiswaan, dan kepemimpinan fakultas menjadi bekal Baidhawi dalam pencalonan ini. Jika memimpin universitas, cakupan pekerjaannya akan meluas ke seluruh disiplin ilmu. Ukuran yang relevan untuk menilai pengembangan pengalaman tersebut antara lain akses mahasiswa pada pembinaan prestasi dan pemanfaatan riset oleh mitra di luar kampus.

Asri dan Pengalaman Teknik serta Pendidikan Profesi

Asri berasal dari lingkungan teknik elektro. Biodata dalam arsip penelitian Fakultas Teknik Unimal tahun 2019 mencatat ia lahir di Bireuen pada 20 Juni 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Universitas Malikussaleh dan magister Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, dengan pendidikan magister diselesaikan pada 2006. 

Dalam biodata tersebut, Asri mencatat pengalaman penelitian pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Ise-Ise, Takengon, serta Alue Dua, Aceh Utara. Jejak ini memperlihatkan perhatian akademiknya pada pemanfaatan energi dan persoalan kelistrikan di daerah. Tema tersebut memberi konteks pada pengalaman teknik yang dibawanya ke dalam pencalonan rektor. 

Kariernya juga bersentuhan dengan layanan akademik dan kemahasiswaan. Arsip pelantikan 14 Juni 2019 mencatat Asri beralih dari Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik menjadi Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan pada Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi Unimal. 

Pengalaman itu memberinya ruang kerja yang menghubungkan kebutuhan mahasiswa dengan administrasi universitas. Dilihat sebagai bekal kepemimpinan, pengelolaan layanan tersebut relevan dengan pekerjaan rektor yang membutuhkan koordinasi antara program studi, fakultas, dan unit administrasi.

Saat memasuki bursa rektor, Asri memimpin Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Unimal. Pada 28 September 2026, program tersebut mengukuhkan 30 insinyur angkatan pertama. Dalam keterangannya, Asri menjelaskan bahwa sekitar 40 mahasiswa mengikuti angkatan awal; sebanyak 30 dinyatakan lulus setelah menjalani pendidikan, penyelesaian tugas, dan praktik keinsinyuran. 

Pengembangan program profesi itu berkaitan dengan hubungan kampus dan industri. Pada 18 Maret 2025, Asri mengikuti pertemuan pimpinan Unimal dengan PT Pupuk Iskandar Muda untuk membahas kerja sama praktik keinsinyuran. Ia menjelaskan perbedaan jalur reguler bagi peserta yang belum memiliki pengalaman keinsinyuran dengan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi mereka yang telah mempunyai pengalaman kerja. 

Pertemuan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam menyusun hubungan pendidikan profesi dengan kebutuhan tenaga kerja. Adapun pengukuhan angkatan pertama pada September 2026 menjadi hasil penyelenggaraan program yang sudah dapat ditunjukkan, dengan dukungan unsur pimpinan dan pengelola pendidikan di Unimal. 

Bekal Asri dalam kontestasi ini berada pada pertemuan antara kepakaran teknik, pengalaman administrasi, dan pengelolaan pendidikan profesi. Jika pengalaman tersebut dikembangkan pada skala universitas, hasilnya dapat dinilai melalui mutu layanan akademik serta kesempatan mahasiswa berbagai fakultas memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan bidangnya.

Jullimursyida dan Pengalaman Tata Kelola Akademik

Jullimursyida, yang akrab disapa Julli, lahir di Lhokseumawe pada 18 Juli 1976. Profil resmi FEB Unimal mencatat ia menyelesaikan sarjana Ekonomi bidang Akuntansi di Universitas Syiah Kuala pada 1999 dan Magister Manajemen di kampus yang sama pada 2001. Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Universiti Sains Malaysia pada 2005. 

Karier kepemimpinannya mencakup pengelolaan program pascasarjana dan tingkat universitas. Ia pernah memimpin program pascasarjana Ilmu Manajemen. Arsip pelantikan 2019 juga memperlihatkan bahwa Jullimursyida pernah menangani bidang kerja sama sebelum diangkat sebagai Pembantu Rektor Bidang Akademik. Pada 3 Mei 2023, ia dilantik menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 

Pengalaman itu memberikan konteks pada agenda peningkatan mutu yang muncul dalam pencalonannya. Salah satu capaian fakultas pada masa kepemimpinannya adalah akreditasi Unggul Prodi Ekonomi Syariah berdasarkan keputusan LAMEMBA tertanggal 29 September 2025. Prodi tersebut menyusul Manajemen dan Akuntansi, sehingga saat itu FEB memiliki tiga prodi berstatus Unggul. Pemberitaan kampus menyebut capaian itu sebagai hasil kerja seluruh sivitas akademika. 

Pada 10 September 2026, FEB juga mengumumkan persiapan asesmen lapangan akreditasi International Accreditation Council for Business Education (IACBE) untuk delapan program studi sarjana dan magister. Jullimursyida mengaitkan proses itu dengan penyesuaian tata kelola, fasilitas, kurikulum, dan pembelajaran. Pengumuman tersebut mencatat tahap persiapan asesmen, sehingga belum menjadi bukti perolehan akreditasi internasional bagi seluruh delapan prodi. 

Aktivitasnya di luar negeri memiliki kaitan dengan persoalan ekonomi masyarakat Aceh. Pada 29 November 2024, Jullimursyida memberikan kuliah tamu di Al-Farabi Kazakh National University, Kazakhstan, mengenai penguatan usaha perempuan di Aceh. Ia membahas kendala pelaku usaha ikan kering, antara lain pengolahan, kemasan, pemasaran, serta pengelolaan usaha, dan kebutuhan dukungan pelatihan maupun akses keuangan. 

Materi tersebut memperlihatkan hubungan antara kegiatan internasionalnya dan persoalan usaha lokal. Pengalaman itu dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kerja sama akademik yang hasilnya kembali pada kebutuhan masyarakat, termasuk pelaku usaha perempuan.

Saat mendaftar sebagai bakal calon rektor pada 26 Agustus 2026, Jullimursyida menawarkan arah pengembangan Unimal yang menekankan mutu, keterbukaan akses, kemampuan beradaptasi, pemanfaatan potensi lokal, serta daya saing global. Program yang dipublikasikan kampus mencakup akreditasi dan kerja sama internasional, pemanfaatan aset yang belum produktif, rumah sakit pendidikan, serta peningkatan prestasi mahasiswa dan penelusuran alumni. 

Agenda tersebut mencakup pekerjaan dengan kebutuhan sumber daya yang berbeda. Pengembangan rumah sakit pendidikan, misalnya, memerlukan kesiapan pembiayaan, tenaga profesional, dan pengelolaan layanan. Dalam penilaian program calon rektor, rincian tahapan dan kebutuhan sumber daya akan membantu melihat keterlaksanaan gagasan tersebut.

Menilai Bekal Kepemimpinan di Tingkat Universitas

Dari rekam kegiatan yang tersedia, Baidhawi membawa pengalaman pertanian dan pembinaan mahasiswa, sedangkan Asri menghubungkan teknik, layanan akademik, dan profesi; sedangkan Jullimursyida memiliki pengalaman pengelolaan akademik dan mutu fakultas serta kerja sama internasional. Riwayat pekerjaan ini menjadi dasar untuk membaca bekal setiap calon pada tahap penyaringan.

Ketiganya akan menghadapi cakupan tanggung jawab yang lebih luas jika terpilih. Pengalaman jabatan dan capaian unit dapat diperiksa bersama kontribusi tim, kemudian dihubungkan dengan program bagi seluruh universitas. Target mutu pendidikan, akses pembinaan mahasiswa, serta manfaat riset perlu disertai jadwal pelaksanaan dan kebutuhan biaya agar dapat dinilai secara terbuka.

Menurut jadwal resmi panitia, tiga nama calon dijadwalkan untuk disampaikan kepada kementerian pada 14 - 16 Oktober 2026. Pemeriksaan rekam jejak dijadwalkan pada 19 Oktober - 19 November 2026, disusul pemilihan rektor pada 24 November 2026. Penetapan dan pelantikan direncanakan pada Desember 2026. Jadwal akhir mengikuti kewenangan dan keputusan kementerian. 



Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI