Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kolam Mata Ie Aceh Besar Kembali Kering Akibat Kemarau

Kolam Mata Ie Aceh Besar Kembali Kering Akibat Kemarau

Selasa, 03 Februari 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Destinasi wisata alam Kolam Pemandian Mata Ie di Gampong Geundring, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, kembali mengalami kekeringan. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Destinasi wisata alam Kolam Pemandian Mata Ie di Gampong Geundring, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, kembali mengalami kekeringan di sejumlah titik.

Pantauan media di lokasi pada Selasa, 3 Februari 2026, memperlihatkan beberapa kolam tampak surut bahkan mengering, menyisakan dasar kolam yang retak dan berlumpur.

Di salah satu kolam yang telah kering, terlihat anak-anak justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari ikan-ikan kecil yang terjebak di genangan air tersisa. Dengan ember kecil dan tangan kosong, mereka menyusuri cekungan kolam.

Meski dua kolam utama mengalami kekeringan, kawasan wisata yang berada di kaki perbukitan ini tidak sepenuhnya sepi.

Ada satu kolam lain masih menyimpan air, sehingga pengunjung tetap berdatangan untuk menikmati kesejukan alami di bawah rindangnya pepohonan besar yang menaungi area pemandian.

Kolam Mata Ie selama ini dikenal sebagai salah satu objek wisata favorit warga Aceh Besar dan Banda Aceh. Airnya berasal dari sumber alami di ceruk-ceruk perbukitan, mengalir jernih dan dingin sepanjang tahun. Namun, dalam beberapa hari terakhir, debit air disebut menurun drastis.

Seorang pengunjung, Akram, mengaku terkejut melihat kondisi kolam saat tiba di lokasi. “Saya kira semua kolam masih penuh seperti biasa. Ternyata ada yang sudah kering. Mungkin karena cuaca memang panas sekali beberapa hari ini. Tapi alhamdulillah masih ada kolam yang berisi air,” ujarnya kepada media dialeksis.com, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurutnya, suasana Mata Ie tetap menyenangkan meski sebagian kolam mengering, karena lingkungan alaminya masih terjaga dan udara terasa lebih sejuk dibanding pusat kota.

Berbeda dengan pengunjung yang masih bisa menikmati kolam tersisa, para pedagang di sekitar kolam utama mulai merasakan penurunan jumlah pembeli.

Nurhayati, salah satu pedagang makanan dan minuman di kawasan tersebut, mengaku kondisi kolam yang kering berpengaruh langsung pada pendapatannya.

“Biasanya kalau kolam penuh, pengunjung ramai sekali, apalagi akhir pekan. Sekarang agak sepi, mungkin orang dengar kolam kering jadi ragu datang,” katanya.

Meski begitu, ia berharap kondisi ini hanya sementara dan debit air akan kembali normal ketika hujan turun.

“Kalau air penuh, susah memperbaiki tangga dan membersihkan dasar kolam. Jadi sekarang sekalian kami benahi, supaya nanti kalau air sudah kembali, kondisinya lebih baik dan aman untuk pengunjung,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI