Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kerugian Bencana Cuaca Ekstrem di Bener Meriah Tembus Rp7,19 Triliun

Kerugian Bencana Cuaca Ekstrem di Bener Meriah Tembus Rp7,19 Triliun

Rabu, 04 Februari 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan Program, dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Bener Meriah, Rahmat Yanidin, mengatakan bencana tersebut dipicu oleh fase aktif musim hujan sejak 26 November 2025 dengan intensitas hujan menengah hingga ekstrem yang meningkatkan debit sungai secara signifikan. [Foto: Diskominfo BM]


DIALEKSIS.COM | Redelong - Bencana cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan dan kerugian besar dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp7,19 triliun.

Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan Program, dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Bener Meriah, Rahmat Yanidin, mengatakan bencana tersebut dipicu oleh fase aktif musim hujan sejak 26 November 2025 dengan intensitas hujan menengah hingga ekstrem yang meningkatkan debit sungai secara signifikan.

“Topografi wilayah dan dinamika atmosfer regional memperparah dampak. Aliran air membawa lumpur, batang kayu, dan sedimen yang menerjang permukiman serta lahan pertanian warga,” kata Rahmat, Selasa (3/2/2026).

Bencana berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang itu berdampak luas pada berbagai sektor. Kerusakan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur dengan nilai mencapai Rp4,8 triliun, disusul sektor ekonomi Rp1,8 triliun.

Sektor permukiman mengalami kerugian sekitar Rp215 miliar, sektor lintas sektor Rp176 miliar, serta sektor sosial sebesar Rp75 miliar, sehingga total kerusakan dan kerugian diperkirakan sekitar Rp7,1 triliun.

Untuk pemulihan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyiapkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dengan kebutuhan pendanaan Rp7,32 triliun yang difokuskan pada perbaikan infrastruktur serta penerapan prinsip pengurangan risiko bencana. [h]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI