Jum`at, 25 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Kadisdik Ajak Generasi Muda Lanjutkan Kehebatan Perempuan Aceh Dahulu

Kadisdik Ajak Generasi Muda Lanjutkan Kehebatan Perempuan Aceh Dahulu

Kamis, 24 September 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, mendorong generasi perempuan Aceh untuk terus belajar dan melanjutkan kegemilangan perempuan Aceh yang telah tercatat dalam sejarah.

Hal itu disampaikan Murthalamuddin saat memberikan arahan kepada para pelajar perempuan saat menjadi pembina upacara di SMA Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School yang disitat media Dialeksis.com di media sosial Dinas Pendidikan Aceh, Kamis (24/9/2026).

Ia mengatakan, sejarah Aceh mencatat banyak perempuan yang memiliki peran besar dalam perjuangan dan kepemimpinan.

“Hari ini saya berbahagia karena berhadapan dengan kalian yang semuanya adalah anak-anak kami, para wanita. Tidak ada sejarah manapun yang mampu menulis sebanyak dan sehebat apa yang pernah dilakukan perempuan-perempuan Aceh di masa lampau,” kata Murthalamuddin.

Menurutnya, para pelajar perempuan saat ini merupakan generasi yang diharapkan mampu mengulang kembali kegemilangan yang pernah dicapai oleh perempuan Aceh terdahulu.

Diketahui, Aceh memiliki banyak perempuan hebat yang ikut berjuang melawan penjajahan, di antaranya Laksamana Malahayati yang memimpin pasukan Inong Balee, Cut Nyak Dhien yang melanjutkan perjuangan dengan strategi gerilya, Cut Nyak Meutia yang gugur di medan perang, serta Pocut Meurah Intan dan Pocut Baren yang juga dikenal gigih melawan Belanda. Kisah mereka menunjukkan besarnya peran dan keberanian perempuan dalam sejarah perjuangan Aceh.

Ia menilai, sejarah Aceh memiliki catatan penting mengenai kepemimpinan perempuan, termasuk dalam perjuangan melawan penjajahan.

“Tidak ada di tempat lain di atas muka bumi ini kepemimpinan perempuan, bahkan di medan perang fisik, di mana kaum perempuan memimpin pasukan-pasukan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan untuk memerangi penjajah,” ujarnya.

Murthalamuddin juga mengingatkan para pelajar agar menyadari harapan besar yang diberikan orang tua dan guru kepada mereka.

Menurutnya, setiap langkah yang ditempuh para pelajar harus menjadi bagian dari usaha untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Orang tua dan guru-guru kalian berharap kamu menjadi manusia terbaik suatu ketika. Dengan begitu, tidak sia-sia mereka bersusah payah untuk mengajarkan kamu,” katanya.

Ia berharap generasi muda Aceh nantinya mampu berkontribusi dalam membangun daerah serta mengelola sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Maka belajarlah sungguh-sungguh. Taatlah kepada guru dan ingatlah setiap saat, setiap tarikan napasmu, kepada orang tuamu,” pesan Murthalamuddin. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI