DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, aktivitas jual beli perlengkapan sekolah di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, mengalami peningkatan.
Sejak beberapa hari terakhir, masyarakat memadati toko dan bazar perlengkapan sekolah di Jalan Diponegoro untuk membeli kebutuhan anak-anak mereka sebelum kembali belajar pada Senin (13/7/2026).
Berbagai perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, kaus kaki, buku tulis, hingga alat tulis tampak menjadi buruan pembeli. Harga tas sekolah yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari Rp120 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung ukuran dan merek.
Salah seorang pedagang di Pasar Aceh, Akmal, mengaku penjualan mulai meningkat sejak awal Juli. Menurutnya, lonjakan pembeli paling terasa dalam beberapa hari menjelang masuk sekolah.
"Alhamdulillah, pembeli sudah mulai ramai. Yang paling banyak dicari tas sekolah, sepatu, dan alat tulis. Biasanya kalau sudah mendekati hari pertama sekolah, pembeli semakin banyak," ujar Akmal kepada media dialeksis.com, Minggu (12/7/2026).
Ia mengatakan sebagian besar pembeli datang bersama anak-anak mereka untuk memilih perlengkapan sekolah secara langsung. Kondisi tersebut membuat omzet penjualan meningkat dibandingkan hari biasa.
Selain tas dan sepatu, kebutuhan alat tulis juga mengalami peningkatan permintaan. Buku tulis dijual mulai Rp30 ribu per lusin, sedangkan harga buku tulis per pak berkisar antara Rp28 ribu hingga Rp65 ribu, bergantung pada merek dan ketebalannya. Pensil, pulpen, penghapus, serta perlengkapan belajar lainnya juga menjadi barang yang paling banyak dicari.
Salah seorang pembeli, Julianti, mengaku sengaja datang lebih awal ke Pasar Aceh agar tidak terburu-buru dan masih memiliki banyak pilihan perlengkapan sekolah.
"Kami memang sengaja datang sebelum hari terakhir karena biasanya kalau sudah mendekati masuk sekolah, pengunjung semakin ramai. Anak juga bisa memilih sendiri tas dan sepatu yang dia suka," kata Julianti.
Menurutnya, setiap memasuki tahun ajaran baru, hampir seluruh perlengkapan sekolah anak harus diganti. Selain karena sudah tidak layak digunakan, beberapa kebutuhan juga harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang baru.
"Yang kami beli bukan hanya tas. Ada sepatu, buku tulis, kaus kaki, pensil, pulpen, sampai tempat pensil. Memang kalau dihitung cukup banyak, tetapi ini kebutuhan anak untuk sekolah," ujarnya.
Julianti mengatakan dirinya telah menyiapkan anggaran khusus untuk membeli perlengkapan sekolah. Meski harga beberapa barang mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, ia tetap berupaya memenuhi kebutuhan anak agar dapat belajar dengan nyaman.
"Kalau soal harga memang ada yang terasa naik, tetapi masih bisa disesuaikan. Yang penting kualitasnya bagus supaya tidak cepat rusak. Kami juga memilih-milih dulu, membandingkan harga di beberapa toko sebelum membeli," katanya.
Seperti diketahui, tahun ajaran baru 2026/2027 di Aceh dimulai serentak pada Senin, 13 Juli 2026. Hari pertama sekolah juga menjadi awal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di berbagai jenjang pendidikan. [nh]